Panti, SuhaNews – TBM Rumah Lentera Panti, Kabupaten Pasaman terus menggeliat dengan beragam program pemberdayaan. Terbaru TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang dikelola Kurnia Hadinata ini menggelar Kelas Pelatihan Read Aloud, Membacakan Nyaring Buku Cerita Anak, yang dilaksanakan Sabtu (05/10) di Aula Kantor Camat Panti Pasaman.
“Kegiatan ini memanfaatkan Dana Bantuan Pemerintah (Bampem) Bidang Komunitas Literasi Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemdikbudristek RI,” ujar Ketua TBM Rumah Lentera, Kurnia Hadinata.
Baca juga: Pj. Bupati Menutup Acara Pelatihan Pembangunan Desa Wisata Angkatan III Tahun 2024
Pengelolaan dana Bantuan Pemerintah bidang keliterasian ini, jelas Kurnia Hadinata, sebagai bentuk komitmen TBM Rumah Lentera untuk bersumbangsih membangun generasi Pasaman mendatang melalui program keliterasian.
Aksi pentas ini, jelas Hadi, panggilan akrab Kurnia Hadinata, berlangsung dalam hajatan Pelatihan Membacakan Nyaring Buku Cerita Anak yang diselenggarakan oleh TBM Rumah Lentera Panti Pasaman, yang merupakan salah satu rangkaian festival literasi tahun 2024.
Dalam kesempatan ini, ia menghasirkan duo pencerita terbaik Kabupaten Pasaman yakni Aisya Rufaida Syaza dan Ayana Syafira Fitra tampil.
Peserta terlihat terpukau saat keduanya membawakan kisah epik si Malin Kundang dan Puti Sangkar Bulan.
“Dua cilik ini merupakan jebolan juara Lomba Cerita Rakyat kategori SD Se-Kabupaten Pasaman tahun 2024,” ujar Ketua TBM Rumah Lentera, Kurnia Hadinata.
Selain menampilkan dua pembaca cerita cilik ini, TBM Rumah Lentera juga menghadirkan
penulis nasional buku cerita anak yaitu Wulan Mulia Pratiwi, pembicara utama.
Sementara peserta kegiatan merupakan perwakilan guru taman kanak-kanak, kelompok bermain anak, pegiat literasi anak se-Kabupaten Pasaman.
“Pilar utama penanaman karakter itu berasal dari keluarga dan usia emas anak. Usia emas anak itu, yakni umur 0-5 tahun,” ujar Wulan Mulia Pratiwi.
Pada masa itu, orang tua perlu melestarikan budaya gemar membacakan cerita kepada anak-anak. Sebab dengan demikian akan mampu mengoptimalkan perkembangan otak anak.
“Membiasakan membacakan buku cerita anak penting sebagai salah satu upaya menguatkan daya nalar dan tumbuhkembang otak anak, mengasah daya imajinasi dan membentuk kepribadian yang luhur,” jelas Wulan Mulia Pratiwi.
Dengan bacaan-bacaan yang bernilai, tambah Wulan, maka secara langsung kita akan menyiapkan generasi mendatang yang bernila.
Sementara Camat Panti Refrizal, S.H, menyatakan bahwa secara kelembagaan menyambut baik hadirnya program-program keliterasian yang digagas oleh TBM Rumah Lentera. Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasaman yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Efri Yanto menyampaikan bahwa peran serta guru dan orang tua penting dalam mewujudkan generasi yang literat sekaligus berkualitas.
“Kita patut bersyukur melalui kegiatan yang digagas oleh TBM Rumah Lentera di Pasaman bisa menjadi momentum utama bagi kita bahwa pentingnya membudayakan kembali kegemaran membacakan buku cerita kepada anak,” ujar Efri Yanto.
Jika kita arif, tambah Efri Yanto, pada zaman dahulu cerita-cerita orang tua kita selalu dituturkan kepada kita sebelum tidur. Hal itu bisa membentuk nilai-nilai luhur dalam diri kita dan itu berkesan hingga sekarang. Wewe



Facebook Comments