Ziarah di Madinah, Jemaah Kloter 9 PDG Kunjungi Masjid Quba dan Jabal Uhud

Madinah, SuhaNews | Hari kedua berada di kota Nabi, Senin (5/5) jemaah Haji Kloter 9 PDG yang berasal dari Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan dan kota Padang Panjang, melakukan ziarah di kota Madinah.

“Insha Allah hari ini kita akan melakukan ziarah di kota Madinah, usai solat Subuh jemaah berkumpul di loby hotel masing-masing, perjalan akan dimulai pukul 06.00 Waktu Arab Saudi, adapun destinasi yang dituju adalah Kebun Kurma, Masjid Quba’ dan Jabal Uhud, dan dalam perjalanan nanti kita akan melewati Masjid Qiblatain dan Masjid Khandaq, yang dua terakhir tidak singgah mengingat sebelum zuhur kita sudah harus sampai lagi di Majid Nabawi. Ini tidak wajib, bagi jemaah lansia atau tidak fit kesehatan disarankan istirahat dan menunggu di hotel,” ujar pembimbing Ibadah Kloter 9, Zul Afendi.

00602 jadwal ziarah madinah a

Zul Afendi maupun ketua Kloter mengingatkan jemaah untuk membawa bekal selama kegiatan ini berlangsung, terutama air minum karena cuaca yang panas. Tak lupa dipesankan, agar di kebun kurma nanti jangan memaksakan diri membeli Kurma untuk oleh-oleh, karena perjalanan masih panjang, terutama niat utama datang untuk ibadah haji, waktunya masih jauh. Jangan sampai kurma yang dibeli diniatkan untuk oleh-oleh malah menjadi beban saat berangkat ke Makkah nanti.

Jemaah juga diingatkan untuk selalu memakai atribut jemaah haji sebagai penanda dan tas identitas terpasang dengan rapi dan aman, agar nantinya tidak terkendala.

Perjalanan pagi ini dimulai setelah jemaah yang ikut ziarah dinyatakan siap oleh Ketua regu dan Ketua Rombongan masing-masing. Rombongan terdiri dari 6 bus yang diisi oleh jemaah yang menginap di hotel Arjwan dan 3 bis berisi jemaah yang menginap di hotel Rose Holiday. Setiap destinasi dijadwalkan disinggahi dengan waktu 30 menit.

Tak lama menempuh perjalanan, bus yang membawa jemaah sampai di kebun Kurma. Meski disebut kebun, di lokasi ini juga sudah ada toko yang menjual Kurma berbagai jenis dan souvenir yang bisa dijadikan oleh-oleh. Begitu juga dengan pohon Kurma yang tumbuh dan tertata rapi, tampak bermacam ukuran dengan buah dari yang muda sampai matang.

Tak lama di kebun Kurma, perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Quba. Pembimbing Ibadah Zul Afendi menyampaikan tentang sejarah Masjid Quba mrupakan masjid yang pertama dibangun Rasulullah saat sampai di Madinah setelah hijrah dari Makkah. Masjid ini berada di tepi Kota Madinah di kawasan perkampungan yang dinamai Quba, lebih kurang 5 Km di arah selatan Masjid Nabawi.

BACA JUGA  Wujud Dukungan dan Apresiasi Kakan Kemenag Kab Agam Kunjungi Tenda Kontingen Agam di KPMN 2024 Cibubur

Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa Masjid Quba adalah masjid yang dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan Rasullullah Saw kepada Allah SWT.

00602 jadwal ziarah madinah c
Jemaah menyempatkan diri solat sunat dua rakaat di Masjid Quba

”Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 108).

Di kampung Quba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disambut meriah oleh penduduk Madinah dengan lantunan nasyid thala’al badru’alaina. Beliau singgah di Quba selama empat hari, dan beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya.

Setelah berada di Madinah, Nabi Muhammad Saw selalu menyempatkan diri mendatangi Masjid Quba untuk melakukan salat dua rakaat. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Umar, dia berkata. “Dahulu Nabi Muhammad Saw mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian melaksanakan salat dua rakaat.”

Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah, kunjungan ke Masjid Quba inipun diakhiri dengan solat sunat dua rakaat, setelahnya jemaah kembali menaiki bus melanjutkan perjalanan menuju Jabal Uhud.

Perjalanan dari Quba ke Jabal Uhud ini melawati Masjid Qiblatain, meski tak singgah dan menjejakan kaki, penjelasan dari pembimbing ibadah tentang masjid ini cukup menjadi penambah wawasan bagi jemaah tentang masjid dua kiblat ini.

Masjid Qiblatain terletak masih di daerah Quba, tepatnya di atas sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Masjid Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Masjid ini terletak sekitar 7 kilometer dari Masjib Nabawi di Madinah.

Dalam sejarahnya, Ketika itu bulan Rajab tahun 2 Hijriyah, Rasulullah shalat Zhuhur di Masjid Bani Salamah. Ia mengimami para jamaah. Dua rakaat pertama shalat Zhuhur masih menghadap Baitul Maqdis (Palestina), sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat. Wahyu datang ketika lelaki dijuluki Al-Amin ini baru saja menyelesaikan rakaat kedua.

Dalam Alquran Allah berfirman, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allah dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 144).

BACA JUGA  Jemaah Haji, Jangan Lakukan Hal Ini di Tanah Suci

Begitu menerima wahyu ini, Rasul langsung berpindah 180 derajat, diikuti oleh semua jamaah melanjutkan shalat Zhuhur menghadap Masjidil Haram. Yang tadinya menghadap Baitul Maqdis dengan tetap melanjutkan rakaat ke dua bersama makmum (pengikut shalat), sejak saat itu, kiblat umat Islam berpindah dari Baitul Maqdis, Palestina (menghadap ke utara dari Madinah), menuju Masjidil Haram (menghadap arah selatan dari Madinah). Masjid Bani Salamah ini pun dikenal sebagai Masjid Qiblatain atau Masjid Dua Kiblat.­­­

Ibrahim Ahmad melanjutkan ceritanya, pada awalnya, kiblat shalat untuk semua nabi adalah Baitullah di Mekah yang dibangun pada masa Nabi Adam AS, seperti yang tercantum dalam Al Quran Surah Ali Imran ayat 96 : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Sedangkan Al Quds (yang kudus: Baitul Maqdis) ditetapkan sebagai kiblat untuk sebagian dari para nabi dari bangsa Israel. Al Quds berada disebelah Utara. Adapun Baitullah di Mekah disebelah Selatan sehingga keduanya saling berhadapan. ziarah ziarah ziarah ziarah ziarah ziarah ziarah

Kini bangunan Masjid Qiblatain memang memiliki dua arah mihrab yang menonjol (arah Makkah dan Palestina) yang umumnya digunakan oleh Imam shalat. Setelah direnovasi oleh pemerintah Arab Saudi, dengan hanya memfokuskan satu mihrab yang menghadap Ka’bah di Makkah dan meminimalisir mihrab yang menghadap ke Yerusalem, Palestina. ziarah ziarah ziarah zirah ziarah

Ruang mihrab mengadopsi geometri ortogonal kaku dan simetri yang ditekankan dengan menggunakan menara kembar dan kubah kembar. Kubah utama yang menunjukkan arah Kiblat yang benar dan kubah kedua adalah palsu dan dijadikan sebagai pengingat sejarah saja. Ada garis silang kecil yang menunjukkan transisi perpindahan arah. Di bawahnya terdapat replika mihrab tua yang menyerupai ruang bawah kubah batu di Yerusalem, bernuansa tradisional.

Situs terakhir yang disinggahi dalam ziarah ini adalah Jabal Uhud. Di bukit inilah Rasulullah dan pasukan muslim berperang melawan kaum Quraisy Makkah. Bukit berwarna kemerahan ini berada lebih kurang 6 km dari masjid Nabawi. Gunung dengan tinggi 1.050 meter dengan panjang 7 km dan terdiri dari batu-batuan seperti granit, marmer merah dan batu-batu mulia memiliki nilai sejarah penting, karena Nabi Musa dan Nabi Harusn pernah naik di gunung ini untuk melihat daerah yang akan menjadi tempat tingal Nabi Muhammad, Nabi akhir zaman.

BACA JUGA  104 Jemaah Haji Kabupaten Solok Sudah Lunasi Biaya 2025

Perang Uhud merupakan peristiwa penting bagi umat manusia karena orang- orang kafir Quraisy di Makkah menyerbu kota Madinah sebagai tempat berkumpulnya Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Selesainya perang Uhud menyebabkan 70 sahabat Nabi Muhammad dan 30 orang kafir Quraisy terbunuh.

00602 jadwal ziarah madinah e
Makam para Syuhada di Uhud

Disini jemaah juga berziarah ke makam pahlwan Uhud. Di tengah-tengah lokasi Jabal Uhud terdapat dua makam pahlawan Uhud berbatu hitam yakni makam Sayyidina Hamzah dan Abdullah bin Jahsy, sementara 68 pahlawan lainnya berada dalam lokasi berpagar tembok tanpa ada tanda-tanda khusus. Nabi Harun sendiri sebagai sahabat Nabi Muhammad yang sedang sakit, kemudian meninggal dunia dan dimakamkan di salah satu tebing yang dikenal dengan tebing Nabi Harun yaitu diantara tebing-tebing bagian tengah Jabal Uhud.

Meki belum cukup rasanya menikmati situs bersejarah yang ditinggalkan Rasulullah, terbatasnya waktu membuat kunjungan harus diakhir dan seluruh jemaah kembali ke hotel dan bersiap mengikuti solat Zuhur berjemaah di Masjid Nabawi. Nova | Fendi

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News