14 Hari Penanganan, Status Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Solok Diturunkan

SuhaNews – Setelah 14 hari berada dalam status Tanggap Darurat, Pemerintah Kabupaten Solok resmi menurunkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi Siaga Darurat. Keputusan ini diambil dalam rapat evaluasi yang digelar Minggu (03/08/2025) di Posko Tanggap Darurat Karhutla, Kantor BPBD Kabupaten Solok di Koto Baru Kecamatan Kubung.

Rakor ini menghadirkan lintas instansi dari BPBD Propinsi Sumbar, BPBD Kabupaten, BMKG, Dinas Kehutanan, TNI, Polri, hingga unsur pimpinan daerah.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, menekankan pentingnya langkah administratif dan pencegahan berbasis masyarakat dalam masa Siaga Darurat yang ditetapkan selama 30 hari ke depan. Ia meminta BPBD Kabupaten Solok segera menyiapkan laporan tertulis menyeluruh, baik sebelum maupun sesudah status tanggap darurat diberlakukan.

“Kita harus lengkapi seluruh dokumen administrasi sesuai prosedur peraturan yang berlaku. Ini penting sebagai dasar kebijakan selanjutnya,” tegas Wabup.

“Camat dan Wali Nagari, atas nama pemerintah daerah kami perintahkan segera buat sosialisasi massif lewat spanduk dan media sosial. Larangan membakar hutan dan lahan, serta ancaman pidananya, harus diketahui masyarakat luas,” ujar Wabup menambahkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Irwan Effendi, mengungkapkan bahwa meski Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah menghasilkan hujan di beberapa wilayah, pasca penghentian OMC pada 31 Juli lalu, kembali terdeteksi dua titik api baru di wilayah Sungai Lasi dan Saniang Baka.

“Kami masih membutuhkan bantuan lintas sektor untuk menangani titik api yang mulai muncul kembali. Hari Tanpa Hujan (HTH) juga masih terjadi di beberapa kecamatan,” jelas Irwan.

00403 bpbd solok

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi Sumbar Ilham Wahab, mendukung penurunan status menjadi Siaga Darurat, namun menekankan perlunya peningkatan sosialisasi resiko karhutla dan penegakan hukum.

BACA JUGA  Ketua Kadin Kota Solok Dukung Ketum Kadin Sumbar Terpilih

Sementara itu, Yudha Nugraha dari BMKG Sumbar mengingatkan bahwa curah hujan masih akan rendah hingga pertengahan September. (*|Wewe)

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News