Uniknya “Balimau” di Garabak Data, Nagari Diujung Kabupaten Solok

SuhaNews | Garabak Data, nagari yang masuk dalam kecamatan Tigo Lurah adalah nagari “Viral” di Kabupaten Solok karena kondisi yang berada di ujung Kabupaten Solok minim infrastruktur namun kaya Sumber Daya Alam. Tak cuma itu nagari yang belum tersentuh aspal ini juga kaya dengan budaya, salah satunya “Balimau” sebuah tradisi menyambut Ramadhan.

“Balimau di Garabak Data berbeda dengan Balimau kebanyakan dilaksanakan masyarakat pada umumnya, dan barangkali ini salah satu ciri budaya nagari kami,” ujar H. Mansur Wahid salah satu tokoh masyarajat nagari Garabak Data yang akrab disapa BMW (Buya Mansur Wahid).

01601 garabak i
H. Mansur Wahid (BMW) menyerahkan bantuan Al Qur’an dari Kemenag pada Wali Nagari Garabak Data, Pardinal

Diuraikan oleh H. Mansur Wahid, di nagari Garabak Data Balaimau dilaksanakan satu atau dua hari menjelang masuknya satu Ramadahan. Tidak ada momen atau acara yang dibuat olah panitia tertentu dengan datang atau mandi-mandi bersama di sungai seperti kebanyakan yang dilakukan oleh masyarakat.

“Namun masyarakat nagari Garabak Data yang pada umumnya mandi di sungai tetap pergi mandi seperti biasa pada petang hari, namun saat kembali dari sungai, sepanjang jalan mereka akan disapa oleh pemilik rumah dan ditawari air limau untuk diusapkan ke badan,” terang H. Mansur Wahid atau BMW.

Saat mandi di tapian pun masih ada peruntukannya, mana tapian yang dipakai oleh laki-laki dan perempuan

Air limau ini terdiri air yang ditarok dalam wadah seperti baskom kecil yang ditaburi racikan daun pandan, irisan jeruk nipis dan ada juga yang ditaburi bunga-bunga untuk lebih harumnya.

“Karena ada irisan limau itulah maka dinamakan air limau,” ulas BMW.

01601 garabak g

Buya Mansur menerangkan, pemakaian limau dalam air untuk dilimaukan ini tidak ada nilai magic atau ritual tertentu yang secara syariah mengarah ke syirik. Namun Limau dipakai sejak dulu karena saat itu belum ada sabun dan parfum seperti sekarang ini, limau yang ampuh untuk membersihkan tubuh dari keringat dan minyak yang menimbulkan aroma tidak sedap.

BACA JUGA  Rakor Tusi Penmad Kemenag Kab. Solok untuk Akurasi Data EMIS

“Limau bukan untuk sakral atau mistis, tapi pengganti sabun sejak dulu, meski sekarang telah banyak sabun dan parfum, tradisi tersebut masih bertahan,” jelas BMW.

Begitu juga dengan  pandan yang diiiris halus, akan mengeluarkan aroma wangi saat dicampur dengan irisan limau wanginya akan menyatu.

Masing-masing rumah akan menyediakan air limau dan menaroknya didepan pagar / halaman. Nanti setiap orang yang lewat kembali dari sungai akan disapa oleh pemilik rumah untuk mencicipi air limau yang ditunggui oleh wanita yang dituakan dari rumah tersebut. balimau balimau balimau balimau

“Suatu kebanggaan bagi pemilik rumah, apabila banyak yang memakai air limau yang disediakan dipakai oleh penduduk yang lewat. Air limau yang diusapkan ke badan ini tidak hanya dinikmati oleh anak-anak, tetapi semua usia, semua kalangan.” tukuk Buya Mansur.

Momen balimau inilah menjadi salah satu momen tarhib Ramadhan di nagari Garabak Data, karena selesai mengambil air limau yang disediakan pemilik rumah dilanjutkan dengan saling bermaafan dan bakarilaan atas silaturahmi selama ini dan menyucikan hati menyambut datangnya Ramadhan.

01601 garabak f
Wali nagari Garabak Data, Pardinal

Terpisah Wali nagari Garabak Data, Pardinal mengatakan Balimaau mrupakan salah satu budaya lokal yang masih terjaga dan dilaksanakan oleh masyarakat.

“Meski telah banyak warga nagari Garabak Data yang merantau ke berbagai kota di Sumatera Barat terutama pemuda yang melanjutkan pendidikan, momen balimau ini salah satu yang ditunggu, dan mereka akan pulang kampung untuk mengokuti tradisi ini sekaligus berkumpul dengan sanak keluarga, bako apalagi teman sebaya sepermainan,” ujar Pardinal.

01601 garabak j
Wali nagari Garabak Data, Pardinal bersama masyarakat dan segenggam daun Pandan yang akan dipakai untuk balimau

Nagari Garabak Data dilintasi beberapa sungai yang nantinya bermuara ke Batang Hari, diantara sungai yang banyak dipakai masyarakat untuk keperluan sehari-hari adalah batang Simanag-manang. Moentjak

BACA JUGA  Pemko Padang Panjang Segera Masukkan UMKM ke e-Katalog

Berita Terkait : 

Facebook Comments

Google News