Monitoring KUA, Naharudin Sebut Pentingnya Data Bagi Lembaga

Monitoring KUA, Naharudin Sebut Pentingnya Data Bagi Lembaga
Sarilamak, SuhaNews. Kepala Kantor Kemenag Limapuluh Kota, H.Naharudin memimpin tim monitoring Penyusunan Data Lembaga pada KUA Kecamatan, Rabu (6/10).

Dalam monitoring, Naharudin sangat menekankan keberadaan data pada masing-masing satker. “Data adalah ruhnya suatu lembaga. Lembaga yang terlihat hebat dari luar tidak akan ada artinya jika data pada lembaga tersebut tidak tersaji dengan akurat,” jelas Naharudin.

Kakan Kemenag menyebut bahwa data suatu lembaga juga akan menunjukan citra lembaga tersebut. “Kita selalu mewanti-wanti setiap satker di bawah jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota untuk melengkapi setiap data sesuai kebutuh satker. Data madrasah, KUA, maupun satker yang berada di Kantor Kementerian Agama harus benar-benar akurat. Jangan asal dalam menyuguhkan data,” tegas Naharudin.

“Penipuan terhadap data adalah penipuan terhadap masyarakat dan lembaga. Data yang asal jadi akan membuat citra lembaga buruk di mata masyarakat. Hal inilah yang berusaha kita hindari. Kami terus bersinerji dengan semua satker untuk mebangun opini publik bahwa Kementerian Agama adalah lembaga ummat yang akan memberikan yang terbaik, termasuk dalam menyuguhkan data,” papar Putra Jambi ini.

Pada monitoring ini, Kakan Kemenag bersama tim juga melakukan monitoring data EMIS Pontren, khususnya lembaga LPQ dan MDT. Kakan Kemenag sangat antusias menghadapi para guru LPQ dan MDT yang rata-rata sudah berusaha lanjut.

“Semangat dari guru LPQ dan MDT inilah yang membuat kami termotifasi untuk bersama saat ini. Sebagai seorang yang juga pernah menjadi santri, pengorbanan seorang guru itu tidak bisa hilang dari ingatan,” Kenang beliau.

Terkait data EMIS, lagi-lagi pria mudah senyum ini menekankan untuk menyajikan data yang akurat. “Isi saja instrument yang telah dibagikan dengan data yang sesuai di lapangan. Jangan memanipulasi data,” ungkap Kakan Kemenag.

BACA JUGA  Covid-19 Kabupaten Solok: 23 Warga Sembuh, 8 Terkonfirmasi

“Di Kementerian Agama, khususnya Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dan Seksi Pendidikan madrasah, EMIS adalah data satu pintu. Artinya, segala tindakan yang diambil untuk lembaga yang berada di bawah dua seksi ini, akan bersumber dari Data EMIS. Termasuk dalam pemberian bantuan. Maka dari itu kami menghimbau kepada bapak ibu mari sama-sama kita jaga citra lembaga dengan memberikan data yang akurat,” pungkas Naharudin. Nina|Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaKadiskominfo Sumbar: Animo Masyarakat Agam untuk Vaksinasi Tinggi
Artikel berikutnyaDirektur Bina Haji Kemenag RI Kunjungi Bukittinggi