Gula Semut Komoditi Pertanian Lumindai Sawahlunto

SuhaNews,- Gula Semut atau gula Aren ( Enau ) merupakan salah satu komoditi pertanian yang ada di Desa Lumindai, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Potensi batang aren yang banyak tumbuh di desa tersebut membuat Roynaldo warga setempat yang juga menjabat Sekretaris Karang Taruna Kota Sawahlunto mengambil inisiatif dengan membuat gula semut dari air sadapan Aren.

Selama ini gula aren di sawahlunto lebih dikenal orang dalam bentuk gula cetak berbentuk tempurung, namun dengan insting wirausahanya gula aren dikemas menjadi lebih menarik dinikmati dalam bentuk gula semut atau dalam bentuk butiran kristal halus.

Sebagai kader Karang Taruna tentunya Roynaldo juga ditunjang oleh semangat kesetiakawanan sosialnya dalam menjalankan wirausaha.

Pria yang akrab dipanggil Boroy ini pun memformulasikan wirausahanya dengan menerapkan prinsip Usaha Ekonomi Produktif (UEP) karang taruna yakni berusaha dalam bentuk UEP Kelompok Usaha Bersama (Kube) dengan mengajak beberapa generasi muda di Desa Lumindai yang tergolong warga kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sesuai permensos 8/2012 untuk bekerja bersama di UEP miliknya.

Tidak hanya generasi muda, kelompok usia diatas 45 tahun pun juga dilibatkan Boroy pada UEP gula aren semutnya.

UEP Kube gula aren semut yang dirintis Boroy sejak September 2019 juga telah mendapatkan pengakuan sebagai produk P.IRT melalui dinas kesehatan Kota Sawahlunto.

Saat ini UEP gula semut yang dijalankan boroy merupakan wirausaha yang tergolong pelopor atau perintis yang ada di Sawahlunto. Dengan hadirnya gula semut Desa Lumindai, juga mempermudah untuk penerapan pola hidup sehat dengan mengkonsumi gula aren tersebut.

Perjalanan pasang surut UEP Kube gula semut yang dirintis Boroy bukan tanpa tantangan, kendala modal awal mungkin sudah terlewati dengan tetap mampu bertahannya dalam memproduksi.

BACA JUGA  7 Nelayan Aceh Timur Ditangkap oleh Otoritas Myanmar, Keluarga Lapor Kepada Haji Uma

Namun tak bisa dipungkiri pengolahan manual yang masih dilakukan tanpa mesin menjadi kendala kedepan dalam meningkatkan volume produksi. Oleh sebab itu, Boroy yang menumbuhkan usahanya dengan semangat gerakan UEP Karang taruna berharap pemerintah kota melalui dinas sosial nantinya juga memprioritaskan perhatian kepada UEP-UEP karang taruna desa/kelurahan yang akan dibentuk oleh warga karang taruna setempat.

Dengan hadirnya UEP oleh warga karang taruna tentu akan memberi kontribusi aktif dalam mencapai visi ekonomi kerakyatan pemerintah kota sawahlunto.

Editor : Lim Sumber : fajarsumbar. com

Baca juga :

Facebook Comments

Google News