1 Jemaah Haji Tanah Datar Batal Berangkat ke Tanah Suci

SuhaNews | Desma Herman Saer (63) jemaah haji asal Kabupaten Tanah Datar yang tergabung dalam Kloter 13 Embarkasi Padang batal berangkat ke Tanah Suci karena sakit, sedianya ia bersama rombongan akan terbang menuju Jeddah pada Jumat (8/5) dini hari tadi.

Dokter Klinik Kesehatan Embarkasi Padang, dr. Resnita, menjelaskan jemaah datang dengan kondisi lemah dan mengalami pembengkakan pada kedua kaki.

“Jemaah masuk ke ruang klinik menggunakan brankar dan didampingi petugas Dinas Kesehatan Tanah Datar. Keluhan utamanya terdapat pembengkakan pada kedua kaki,” ujar dr. Resnita, Kamis (7/5/2026).

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, tim medis menemukan sejumlah kondisi yang mengharuskan jemaah mendapatkan penanganan rumah sakit.

“Jemaah tampak pucat, badan lemas, terdapat pembengkakan pada bagian perut kiri bawah, serta memar pada kaki kiri akibat sempat terjatuh di kamar mandi,” jelasnya. tanah tanah tanah tanah

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, jemaah didiagnosis mengalami anemia berat disertai gangguan elektrolit akibat penyakit keganasan sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan untuk melakukan perjalanan udara.

“Setelah pemeriksaan penunjang, jemaah dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang. Saat ini jemaah menjalani perawatan dan transfusi darah sebanyak tiga kantong,” katanya.

Jemaah kini dirawat di ruang kebidanan kelas I lantai I RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Status tidak laik terbang tersebut ditetapkan berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Kesehatan tertanggal 7 Mei 2026. Jemaah sebelumnya dijadwalkan berangkat bersama Kloter 13 menggunakan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 3513 dengan rute Padang–Jeddah pada Jumat (8/5/2026) dini hari.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jemaah yang saat ini masih menjalani perawatan.

BACA JUGA  Koper Lolos X Ray, Jemaah Haji Kabupaten Solok Bersiap Terbang ke Madinah

“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Istithaah kesehatan benar-benar diterapkan agar jemaah terlindungi dari risiko yang tidak diinginkan selama menjalankan ibadah haji,” ujar Rifki.

Ia mengapresiasi respons cepat tim kesehatan Embarkasi Padang dalam melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap jemaah.

“Alhamdulillah tim kesehatan bergerak cepat sehingga kondisi jemaah bisa segera ditangani. Kita doakan beliau segera pulih dan mudah-mudahan nantinya dapat bergabung bersama kloter berikutnya,” katanya.

Rifki menegaskan pemeriksaan kesehatan berlapis yang dilakukan di embarkasi merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh jemaah benar-benar siap menjalani perjalanan panjang dan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Pemeriksaan tahap akhir di embarkasi ini menjadi bentuk perlindungan bagi jemaah agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News