Tanahdatar, SuhaNews. Tragedi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi, tepatnya di wilayah Kecamatan X Koto, menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat.
Kondisi jalan yang memiliki turunan panjang sering menyebabkan kendaraan berat mengalami rem blong. Situasi ini memicu kecelakaan yang tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga merenggut nyawa. Karena itu, permasalahan ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus berupaya mencarikan solusi dengan menyiapkan berbagai langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan tersebut.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi., melakukan koordinasi terkait mitigasi dan penanganan risiko kecelakaan lalu lintas bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat dan Dinas Perhubungan Sumatera Barat, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan itu dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi transportasi masyarakat di Sumatera Barat, terutama Kabupaten Tanah Datar.
Wakil Bupati Ahmad Fadly menyampaikan bahwa ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi merupakan jalur dengan tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya. Karena itu, diperlukan perhatian bersama agar risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin melalui langkah-langkah pencegahan yang terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menghasilkan solusi yang efektif.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai faktor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, mulai dari keberadaan titik rawan kecelakaan hingga tingkat kepadatan kendaraan yang melintas setiap hari.
Selain itu, turut dibahas sejumlah langkah mitigasi yang dapat segera dilakukan, seperti peningkatan rambu-rambu lalu lintas, pemasangan marka jalan yang lebih jelas, penambahan fasilitas keselamatan jalan, serta penguatan sistem pengawasan pada titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Ia juga mendorong agar hasil koordinasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret yang melibatkan seluruh pihak terkait, sehingga upaya pencegahan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi keselamatan masyarakat.
“Data dan informasi lapangan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan keselamatan transportasi. Oleh sebab itu, diperlukan pemetaan yang komprehensif terhadap lokasi-lokasi yang kerap menjadi titik terjadinya kecelakaan,” ujarnya.
Berita Terkait :
- Wamen BUMN Tinjau Lokasi Rencana Penyelamatan Darurat Rem Blong di Panyalaian
- Ini Identitas 5 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Beruntun di Panyalaian
- Kecelakaan Beruntun di Panyalaian 2 dari 5 Korban Tewas Adalah Pemotor
- 9 Korban Kecelakaan di Panyalaian, 5 Meninggal Dunia
- Kecelakaan Beruntun 3 Truk di Panyalaian, 4 Orang Meninggal Dunia
- Sedih, Pasca Terjepit Mesin Peras Kelapa Tangan Zaira Diamputasi
- Truk Tergolek di Panorama 1, Sitinjau Lauik Kembali Macet Sore Ini
- Lagi, Kecelakaan Beruntun Akibat Truk Rem Blong di Panyalaian, Pemotor Tewas Ditempat
- Truk Rem Blong, Penyebab Laka Beruntun di Panyalaian
Wabup Ahmad Fadly berharap koordinasi yang dilakukan dapat menghasilkan rekomendasi serta langkah-langkah strategis yang mampu meningkatkan keselamatan berlalu lintas sekaligus mengurangi potensi risiko kecelakaan di ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi.
“Kehadiran kami di sini untuk menyampaikan kondisi ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi yang hampir setiap tahun terjadi kecelakaan. Salah satu usulan yang kami sampaikan adalah pembatasan jadwal operasional kendaraan tertentu. Alhamdulillah, usulan tersebut disambut baik. Harapannya, akan ada pembahasan lanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak terkait sehingga dapat menghasilkan solusi terbaik bagi kenyamanan dan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPTD Kelas II Sumatera Barat Deddy Gusman, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program peningkatan keselamatan lalu lintas pada ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi yang memiliki peran penting dalam konektivitas antarwilayah.
Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui penguatan koordinasi teknis, evaluasi fasilitas perlengkapan jalan, serta penyusunan rekomendasi penanganan berdasarkan hasil kajian dan kondisi aktual di lapangan.
“Insya Allah, kami mendukung sepenuhnya apa yang menjadi harapan Wakil Bupati Tanah Datar. Saat ini kami juga terus melakukan berbagai upaya antisipatif secara komprehensif agar kecelakaan tidak kembali terjadi, termasuk dengan menempatkan berbagai fasilitas keselamatan lalu lintas di lokasi tersebut,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Dedy Diantolani, menyampaikan bahwa aspek keselamatan transportasi menjadi prioritas yang terus mendapat perhatian.
“Berbagai upaya preventif akan terus dilakukan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan,” katanya.
Turut mendampingi Wakil Bupati pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Tanah Datar Sofyan Ali Zumara, ST, Wali Nagari Panyalaian Dedi Suntani Dt. Rangkai Putiah, Sekretaris Nagari Koto Baru, serta tamu undangan lainnya.Heri
Berita Terkait :
- Antisipasi Konflik Perbatasan, Bupati Tanah Datar Ambil Langkah Cepat ke Kemendagri
- Goro dan Tanam Pohon, Warnai Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Tanah Datar
- Hadiri Rakor Penyusunan DPPT Tol, Wabup Ahmad Fadly siap dukung PSN
- 7 Nagari Terima Bantuan Padat Karya Penanggulangan Bencana di Tanah Datar
- Bupati Eka Putra Serahkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi 2025



Facebook Comments