Koto Baru, SuhaNews | Zaira (15) gadis remaja yang tangannya terjepit mesin peras kelapa, harus mengikhlaskan tangannya diamputasi. Disela tangisnya menahan sakit, ia berusaha tegar.
Musibah yang menimpa siswa kelas IX SMPN 2 Kubung pada Minggu (18/1) lalu merubah hidupnya. Tak ada yang mengira, niat baik bungsu tiga bersaudara ini membantu orangtuanya berkahir petaka pada dirinya.

Tak ada yang menyangka jika hari itu akan menjadi hari kelabu baginya, seperti biasa dikala libur, sejak pagi ia berangkat dari rumah kayu sederhana tempat ia tinggal bersama keluargnya menuju sepetak warung peras kelapa yang jadi sumber kehidupan keluarga ini. Meski terlahir sebagai anak bungsu, Zaira rajin dan tak malu membantu usaha orangtuanya.
Usaha peras kelapa dijadikan santan ini, dimulai oleh keluarga ini semenjak ayahnya juga harus kehilangan tangan kanannya akibat kecelakaan truk yang menimpanya tepat setahun lalu, yakni diawal Januari 2025. **** yang bekerja sebagai truk untuk menghidupi keluarganya menjadi korban kecelakaan bus di daerah Jambi, ia yang terjepit menyebabkan tangannya hancur dan harus diamputasi.
Sejak itulah ia dibantu istrinya Neneng Azizah membuka usaha peras kelapa yang terletak di Kayu Samuk jorong Simpang. Karena tangan sang ayah hanya satu, maka pasangan ini dibantu anak-anaknya.
“Namun kejadian yang menimpa Zaira membuat usaha inipun tutup, sudah seminggu sejak kejadian itu,” seperti penuturan Neneng kepada Yenda, salah tokoh masyarakat yang juga konten kreator asal Koto Baru Solok ini yang menemui keluarga kecil ini di kediamannya Sawah Pasia jorong Simpang nagari Koto Baru, Sabtu (24/1) siang.
Saat kejadian, banyak pihak yang membantu Zaira untuk melepaskan tangannya dari mesin tersebut. Termasuk Damkar Kabupaten Solok, Relawan PMI Kabupaten Solok, bahkan personil Polsek Kubung ikut datyang ke lokasi. Namun tak berhasil hingga Zaira dan mesin tersebut harus dibawa ke RSUD M. Natsir, dan satu-satunya jalan, tangan remaja ini harus diamputasi.

“Kita prihatin dengan kondisi Zaira, apalagi masa depannya, konten-konten saya tentang Zaira, sepenuhnya hasilnya saya serahkan untuk gadis manis yang kini kehilangan satu tangannya. Mari kita dukung Zaira bangkit, masa depannya masih panjang,” ucap Yenda kepada SuhaNews.
PLT Wali Nagari Koto Baru Marsalina.S.Kom juga menyampaikan keprihatinan dan duka atas musibah yang menimpna Zaira.
“Mari kita bergandengan tangan mendukung Zaira dan keluarganya untuk bangkit dan terus melangkah demi masa depan Zaira dan kedua kakaknya,” ujar Marsalina didampingi Ketua Pemuda jorong Simpang, Andre.
Selain mengumpulkan donasi untuk Zaira melalui konten yang dibuatnya, Yenda juga menggalang donasi secara offline. mesin mesin mesin mesin mesin
“Sudah ada beberapa donatur dari Netizen yang mengkonfirmasi bantuan untuk Zaira, dan ada juga yang menitipkan langsung kepada kami, diantaranya tokoh masyarakat yang mantan pengurus IPEKOS, Jasnil Khaidir, yang nantinya daftarnya akan dipublis untuk keterbukaan,” sebut Yenda.
Yenda mengajak kita semua untuk meringankan beban keluarga Zaira, dengan mengirimkan donasi langsung ke keluarga ini, rekening BRI nomor 554301005853534Â atas nama Edizal Ayahnya Zaira. Untuk konfitmasi donasi ke nomor WA Yenda : +62 822-8873-9407.
Berita Terkait :
- Terjepit Mesin Peras Kelapa, Gadis 15 Tahun di Koto Baru Ditolong Damkar
- Rumah Semi Permanen Terbakar di Sulit Air, 4 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
- Kebakaran di Lolo, Api Hanguskan Rumah Dinas SDN SDN 15 Pisau Hilang
- Truk Tergolek di Panorama 1, Sitinjau Lauik Kembali Macet Sore Ini
- Naharudin Hilang di Batu Bajanjang, TRC BPBD Kab. Solok Menuju Lokasi



Facebook Comments