MoU dengan Lapas Alahan Panjang, Kemenag Bina Narapidana Berbasis Pesantren

Koto Baru, SouhaNews | Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok Dr. H. Dedi Wandra, MA menandatangani MoU dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang, Harianto, Senin (23/6) di Aula Hubbul Wathan.

Penandatangan kerjasama ini disaksikan Kepala Sub bagian tata usaha Kantor Kemenag Kabupaten Solok Busfi Eriyon, seluruh kepala Seksi serta Penyelenggara dan kepala KUA Lembah Gumanti, sedangkan dari Lapas Kelas III Alahan Panjang juga dihadiri pejabat terkait. Turut menghadiri kegiatan ini kepala madrasah dan kepala KUA se Kabupaten Solok.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, H. Dedi Wandra, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan ibadah dalam membimbing umat, termasuk warga binaan yang sedang menempuh masa penahanan.

“Warga binaan di Lapas adalah saudara-saudara kita yang sedang diuji, namun mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bimbingan spiritual dan pendidikan agama yang layak. Melalui program pesantren di dalam lingkungan Lapas ini, kita ingin mengubah sudut pandang masyarakat. Lapas bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman fisik, melainkan lembaga pendidikan, tempat bertobat, dan kawah candradimuka untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

H. Dedi Wandra juga menambahkan bahwa Kemenag Kabupaten Solok akan menerjunkan tim penyuluh agama Islam terbaik untuk mendampingi para narapidana secara intensif.

Baca Juga :

“Kami ingin memastikan bahwa ketika mereka menyelesaikan masa tahanan dan kembali ke tengah masyarakat nanti, mereka tidak lagi membawa stigma negatif. Sebaliknya, mereka pulang dengan membawa bekal ilmu agama yang mumpuni, kesadaran spiritual yang tinggi, serta akhlak mulia seperti lulusan pesantren pada umumnya. Inilah esensi dari pembinaan yang memanusiakan manusia,” tambahnya.

BACA JUGA  Dengarkan Pidato Kenegaraan HUT RI ke-76, DPRD Pasbar Gelar Rapat Paripurna

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Kemenag Kabupaten Solok atas kepedulian dan sinergi yang luar biasa ini. Menurutnya, keterbatasan personel di internal Lapas dalam hal pembinaan mental-spiritual kini mendapatkan solusi terbaik berkat dukungan Kemenag.

“Kerja sama ini sangat berharga bagi kami. Kehadiran para guru dan penyuluh dari Kemenag akan membuat program pembinaan kepribadian di Lapas Alahan Panjang menjadi jauh lebih terstruktur, metodis, dan berkelanjutan. Kami siap mendukung penuh fasilitas dan ruang gerak demi suksesnya program pesantren ini,” tutur Harianto.

Melalui MoU ini, kedua lembaga berkomitmen untuk segera menerapkan kurikulum kepesantrenan di dalam Lapas, yang mencakup pengantasan buta aksara Al-Qur’an, tata cara ibadah (fiqih), hafalan surat-surat pendek, hingga penguatan akidah dan akhlak. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan warga binaan yang mandiri, religius, dan siap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat setelah bebas nanti. Hendri | Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News