Bukittinggi, SuhaNews | Upaya menanamkan nilai toleransi, kerukunan, dan moderasi beragama kepada generasi muda terus dilakukan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bukittinggi. Melalui program Sosialisasi Edukasi Keberagaman Unsur Keagamaan Menuju Masyarakat Madani (SEJUK MADANI), FKUB Kota Bukittinggi memberikan pemahaman tentang regulasi FKUB dan pentingnya moderasi beragama kepada para santri Pondok Pesantren Madinatul Munawwarah, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Madinatul Munawwarah Kota Bukittinggi tersebut diikuti oleh para ustadz, ustadzah, serta santri. Selain memberikan sosialisasi, Sekretaris FKUB Kota Bukittinggi, Drs. H. Gazali, MA, juga dipercaya sebagai Inspektur Upacara pada kegiatan tersebut.
Dalam penyampaiannya, Gazali menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama, suku, dan budaya yang beragam. “Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang kita anut. Justru moderasi mengajarkan kita untuk menjalankan ajaran agama dengan baik sekaligus menghargai orang lain yang memiliki keyakinan berbeda,” ujar Gazali.
Menurutnya, pemahaman tentang keberagaman perlu diberikan sejak dini agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh sikap intoleran, fanatisme berlebihan, maupun berbagai informasi yang dapat memecah persatuan. “Santri dan generasi muda adalah bagian penting dari masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu hidup berdampingan secara damai dengan siapa pun,” tambahnya. sosial sosial sosial
Baca Juga :
- Santri Pondok Pesantren Madinatul Munawwarah Raih 11 Mendali Pada Ajang SMI Paliko 2024
- Silaturahmi dan Sinergi, Pimpinan Ponpes Madinatul Munawwarah Kunjungi Kemenag Bukittinggi
- Tinjau Ujian, Kakan Kemenag Bukittinggi Sempatkan Ziarah ke Makam Pendiri Ponpes Madinatul Munawwarah
Gazali juga menjelaskan bahwa keberadaan FKUB memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi antar pemeluk agama serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
Melalui program SEJUK MADANI, FKUB Kota Bukittinggi berupaya memperluas edukasi keberagaman, khususnya kepada kalangan pelajar dan generasi muda. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk karakter generasi yang memiliki wawasan keagamaan yang inklusif, menghargai perbedaan, serta mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat. “Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kerukunan. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat madani,” pungkas Gazali.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana edukatif dan penuh keakraban. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih jauh mengenai regulasi FKUB serta penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
FKUB Kota Bukittinggi berharap kegiatan SEJUK MADANI dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai lingkungan pendidikan dan komunitas, sehingga semangat kerukunan, toleransi, dan persatuan semakin kuat di tengah masyarakat Kota Bukittinggi. (*/Syafrial)
Berita Terkait :
- FKUB Kota Bukittinggi Tampilkan Pesan Kerukunan dalam Pawai Alegoris HUT RI ke-81
- Hadiri Pisah Sambut Kakan Kemenag, FKUB Kota Bukittinggi Tegaskan Komitmen Sinergi Jaga Kerukunan
- FKUB Bukittinggi Perkuat Sinergi Kerukunan, Tekan NPHD Hibah Tahun 2026 Bersama Kesbangpol
- FKUB Kota Bukittinggi Gelar Outbond Pengurus OSIS dan Pemuda Lintas Agama
- 3 Pengurus FKUB Kota Bukittinggi Ikuti Silatda Tokoh Agama dan Keagamaan
- Kemenag dan FKUB Bukittinggi Kunjungi Kota Jambi
- FKUB Kota Bukittinggi Terima Masukan Dari Tokoh Lintas Agama Terkait Isu Kekinian
- Sosialisasi Program SEJUK MADANI, Siswa/i MAN 2 Bukittinggi Antusias Sambut FKUB




Facebook Comments