SuhaNews. Kecelakaan yang dialami bus Family Raya, pada Kamis (3/12) yang lalu mengusik kembali cerita tentang kawasan Sitinjau Lauik .
Sitinjau lauik berada dalam kecamatan Lubuk Kilangan kota Padang. Memasuki kawasan ini tak jauh dari batas kota Padang dengan Kabupaten Solok. Liukan disertai tanjakan (kalau dari kot Padang menuju Solok) adalah ciri khasnya.
Tikungan pertama membuat jantung pengemudi berdebar, didepan pemandangan indah yang disajikan kawasan ini ada jurang dalam sepanjang jalan yang berliku.
Bahkan, pengemudi truk melakukan persiapan khusus sebelum melewati Sitinjau Lauik. Truk-truk besar akan mendinginkan remnya terlebih dahulu di batas kota sebelum melanjutkan perjalanan.
Akibat jalan yang terbilang curam ini, sering terjadi kecelakaan yang dialami para pengendara. Baik kecelakaan tunggal maupun sesama kendaraan dan pernah pula terjadi kecelakaan beruntun.
Peristiwa-peristiwa semakin hangat dan viral setelah diupload ke dunia maya oleh para yoituber dan netizen.
Peristiwa terbaru adalah jatuhnya bus Family Raya masuk parit didepan taman hutan raya Bung Hatta. Walau 10 penumpang selamat hanya mngalami luka ringan, namun tidak dengan busnya.
Bus berwana merah ini mengalami kerusakan cukup parah. Untuk mengeluarkan didatangkan crene dari kota Padang. Naasnya saat evakuasi truk sempat meluncur.
“Ini bukan kejadian pertama, jika dihitung setiap kecelakaan yang terjadi hampir setiap hari ada kecelakaan di kawasan ini. Mulai dari pemotor yang tegelicincir, truk tak kuat menanjak hingga kendaraan blong rem,” ujar Memen salah seorang youtuber di Sitinjau Lauik saat berbincang dengan SuhaNews.
Disebutkannya, walau sudah terkenal dan menjadi cerita mulut ke mulut oleh para pengemudi, tak jarang pula ada yang takabur dan merasa melewati Sitinjau bukn tantangan. Akhirnya kecelakaan pun terjadi.
Selain itu, kecelakaan yang terjadi juga disebabkan arogansi para pengemudi tanpa mempertimbangkan kendaraan yang sedang menanjak atau kendaraan dengan beban berat.
“Sering juga pengendara mengabaikan aba-aba yang diberikan oleh PKJR, padahal PKJR memberi aba-aba agar lalu lintas aman saat ada kendaaraan berat yang menanjak,” ulasnya.
Dibeberapa titik tanjakan dan tikungan sudah ada PKJR dari para pemuda yang dengan sukarela mengatur lalu lintas. PKJR akan meminta kendaraan dari atas untuk memberi kesempatan kendaraan dari bawah untuk lewat.
“Mereka diberi seikhlasnya tanpa pernah memaksa pengemudi. Namun pengemudi juga sudah paham akan hal ini, mereka pun menyediakan uang untuk PKJR. Karena pengemudi memahami arti penting PKJR saat melewati tikungan diujung tanjakan,’ sebut Memen.
Para Youtuber yang stand by dikawasan Sitinjau Lauik akan merekam setiap momenyang terjadi, mulai dari kecelakaan, hingga hal-hal unik yang ada dijalan ini. Seperti sepeda motor dan mobil langka yang melintas.
Dikatakan Memen, youtuber akan menginformasikan setiap momen yang direkam melalui akun youtube dan instagram disertani sinopsis singkat setiap kejadiannya.
“Tak jarang pula kami diwawancara oleh wartawan dan media untuk mendapat informasi tentang peristiwa yang terjadi,” ulasnya.
Selain merekam momen-momen kecelakaan sebagaiman diulas diatas, ada momen lain yang pernah diviralkan oleh para youtuber, yakni keberadaan Kera ekor panjang dan Baruak yang banyak nongkrong disepanjang kawasan ini.
Salah satunya seekor “Baruak” besar dengan bibir sumbingnya yang kerap menganggung pengendara motor. Beberapa hampir terjatuh karena mengelak dari kejaran Baruak dengan istilah yang diberikan netizen Om Bing.
“Om Bing” diabadikan dari berbagai momen hingga ia masuk perangkap yang dipasang oleh BKSDA Sumbar. Setelah ditangkap Baruak ini sempat dikurung dalam perangkap di daerah Sitinjau sebelum akhirnya dibawa ke tempat karantina dan penangkaran.
Youtuber dengan detail merekam kisahnya dalam beberapa film pendek yang kemudian di upload ke akun masing-masing. Moentjak
Baca Juga :



Facebook Comments