Bupati Epyardi Asda Berikan Jawaban Terhadap Pandangan Fraksi DPRD Kab Solok

Arosuka, SuhaNews – DPRD Kabupaten Solok menggelar Rapat Paripurna terkait penyampaian Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Frakasi-fraksi terkait Nota Pengantar Bupati Solok tentang Ranperda pertangungjawaban APBD Tahun Anggaran 2020, Selasa, 15 Juni 2021.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Ivoni Munir dan dihadiri oleh Bupati Solok Epyardi Asda, anggota DPRD, Plt Sekda Edisar, Forkopimda, Sekwan Muliadi Marcos, dan SKPD.

Bupati Solok Epyardi Asda  menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah berupaya meningkatkan pendapatan daerah, dengan menerapkan strategi proaktif yang beriontasi pada peningkatan pelayanan.

Baca juga: Bupati Solok, Epyardi Asda Sampaikan Nota Pengantar Tentang Rancangan Awal RPJMD

“Kebijakan pendapatan disesuaikan dengan perkembangan berbagai indikator perekonomian dan asumsi-asumsi yang mempengaruhinya,” ujar Epyardi Asda.

PAD yang belum terealisasi 100%, jelas Epyardi Asda, akibat pandemi Covid-19.  Pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi, sehingga mengakibatkan rendahnya realisasi pajak dan retribusi yang diterima daerah.

“Pemerintah Daerah dapat melakukan efisiensi anggaran sebesar 5,82%, tanpa mengabaikan pencapaian fisik kegiatan,” jelas Epyardi Asda.

Dari rincian belanja, papar Epyardi Asda, ada belanja daerah yang pembiayaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan.  Khusus untuk DAK Fisik Penugasan irigasi, Pemerintah Daerah berhasil merealisasikan keseluruhan paket pekerjaan tersebut, artinya secara fisik pekerjaan terlaksana 100%.

Secara keuangan, sesuai dengan nilai kontrak yang diinput ke sistem aplikasi kementerian keuangan, Pemda dapat melakukan penghematan sebesar 29,55%.

Sekaitan dengan utang daerah, tambah Bupati Epyardi Asda, terdapat 4 (empat) paket pekerjaan yang waktu pelaksanaannya diperpanjang melewati Tahun 2019, sehingga pembayaran fisik yang melewati Tahun Anggaran.

Terkait penarikan barang milik daerah berupa ambulance, jelas Epyardi Asda, yang tersebar di beberapa nagari sebanyak 9 unit, bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan dan meningkatkan nilai manfaat terhadap keberadaan ambulance tersebut.

BACA JUGA  Ketua DPD RI: Pendatang di Kota Besar Diharapkan Punya Keterampilan

“Dengan meletakkan ambulance di Kantor Camat dapat memperluas jangkauan masyarakat yang dapat mempergunakannya,” jelas Epyardi Asda.

Direncanakan, jelas Bupati, setiap kecamatan memiliki 1 (unit) ambulance untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Khusus ambulance di Nagari Gantung Ciri, merupakan ambulance peruntukan Kecamatan Kubung. untuk percepatan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama Nagari Gantung Ciri dan Koto Hilalang yang jauh dari pusat kesehatan dan sekarang dipinjamkan oleh masyarakat Gantung Ciri.

Penarikan kendaraan dinas, tambah Epyardi Asda, dilakukan untuk menginventarisasi kembali keberadaan dan mengecek kondisi barang milik daerah. Kegiatan ini untuk perbaikan data aset dan sebagai pembuktian terhadap keberadaan aset serta mengetahui kondisi aset apakah baik dan layak pakai atau rusak.

“Yayasan STAI Solok Nan indah merupakan yayasan pendidikan komersial,” tegas Epyardi Asda.

Baca juga: Sah, DPRD Kabupaten Solok Tetapkan Epyardi Asda-Jon F Pandu sebagai Bupati/Wabup Terpilih

Pada dasarnya, Yayasan tidak dapat memanfaatkan aset Pemerintah Daerah secara pinjam pakai, namun yayasan tersebut masih memanfaatkannya melalui mekanisme sewa barang daerah.  Hal ini juga bertujuan untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sekaitan dengan Pokir dari DPRD, perlu kami sampaikan bahwasanya Pemerintah Daerah belum melakukan Perubahan APBD Tahun 2021, saat ini yang ada hanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Kebijakan menghentikan kontrak seluruh Tenaga Harian Lepas (THL), bertujuan untuk merasionalkan dan mengevaluasi kembali kebutuhan THL SKPD sesuai dengan beban kerja yang diselenggarakan.

“Saat ini Pemerintah Daerah sedang melakukan kajian dan analisis kebutuhan THL dan Guru Honorer, dan ke depannya diharapkan kualitas dan kuantitas jumlah THL dan Guru Honorer sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Daerah,” ujar Epyardi Asda. (Wewe)

BACA JUGA  Balon Bupati Solok, Sapayuang Balain Raso

Baca juga: Bupati Solok, Epyardi Asda Kembalikan Jabatan Edisar dkk Yang Sebelumnya Dicopot

Facebook Comments

Google News