Arosuka, SuhaNews – Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda Dt. Sutan Majo Lelo, M. Mar, Ketua DPRD Kab. Solok Dodi Hendra, Forkopimda, Askor Bidang Ekonomi Pembangunan Drs. Syahrial, MM, dan Kepala OPD lingkup Pemda Kab Solok mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah serta Sosialisasi Kebijakan Menkeu terkait dengan Kebijakan Recofusing 2% DAU dan Kebijakan Penggunaan Dana Bansos, Senin (05/09/22) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok.
Rapat Koordinasi ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ini diikuti secara virtual oleh seluruh kepala daerah di Indonesia. Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan beberapa poin penting dalam rakor ini, diantaranya kenaikan inflasi.
Baca juga: Gubernur Sumbar: TPID Perlu Siapkan Langkah Strategis Pengendalian Inflasi
“Indonesia termasuk berhasil dalam pengendalian inflasi, sehingga tidak menjadi sebesar negara negara lain,” ujar Tito Karnavian.
Saat ini, inflasi indonesia mencapai 4,94 %. Lebih rendah dari inflasi banyak di negara di dunia. Namun lebih tinggi dari target maksimal yang di patok pada angka 4%.
“Pemerintah Pusat tengah bekerja keras untuk mengendalikan inflasi dengan cara mempertahankan subsudi energi semaksimal mungkin “ ujarnya.
Terkait hal itu, Tito meminta untuk membentuk dan mengaktifkan satgas ketahanan pangan, memanfaatkan bantuan sosial dan belanja tidak terduga untuk mengantisipasi kenaikan inflasi, serta mendorong distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah minus dengan melakukan kerja sama antar daerah melalui skema swasta dan BUMD.
“Aktifkan TPID, Lakukan pemantauan harga pangan setiap hari. Dapatkan informasi penyebab terjadi kenaikan harga dan laporkan setiap hari dan kepada OPD terkait agar mengantisipasi faktor cuaca agar produksi antarwaktu dan antarwilayah tetap terjaga. Terapkan pemberian subsidu BBM untuk angkutan pangan dan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT), “ sebutnya.
Tito berpesan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota agar melakukan rapat bersama Forkopimda untuk membahas mengenai Mitigasi Inflasi dan dampak kenaikan BBM. (Wewe)
Baca juga: Kota Solok Gelar Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah



Facebook Comments