Gubernur Sumbar: TPID Perlu Siapkan Langkah Strategis Pengendalian Inflasi

sumbar
Padang, SuhaNews – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar High Level Meeting (HLM) Kamis (9/6/2022) di Ruang Rapat Excellence Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, di Jl. Jenderal Sudirman, Kota Padang, 

Kegiata ini digelar dalam rangka Pengendalian Inflasi Pasca Hari Raya Idul Fitri dan Menghadapi Hari Raya Idul Adha 1443 H.

Baca juga: Ancaman Inflasi, Sultan Minta Pemerintah Kembalikan Aturan DMO CPO

Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi berharap TPID agar terus aktif melakukan sejumlah langkah pengendalian di provinsi dalam rangka menjaga inflasi yang rendah dan terkendali.

Pengaruh inflasi di Sumbar, jelas Maheldi, diikuti dengan adanya wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan kurban yang akan berimbas pada kenaikan harga sapi dan daging sapi menjelang idul adha.

Selain itu, gubernur juga menyinggung kelangkaan pangan produk pertanian, antara lain cabai merah, bawang, dan beras.

“Perlunya modernisasi pertanian, karena salah satu terjadinya kelangkaan pangan adalah iklim yang terus berubah, oleh sebab itu kita perlu mengembangkan inovasi pertanian, salah satunya adalah modifikasi cuaca,” ujar Mahyeldi.

Seperti yang diketahui modifikasi cuaca dapat mengondisikan cuaca berperilaku sesuai dengan kebutuhan di sektor pertanian, seperti meningkatkan curah hujan atau mempercepat terjadinya hujan.

Modifikasi cuaca juga dapat memecah persoalan kekeringan lahan pertanian di saat musim kemarau karena Teknologi Modifikasi Cuaca akan memantik hujan yang airnya dapat mengisi waduk. Begitu juga, peningkatan intensitas hujan di saat musim tanam.

Gubernur juga menyebut perlu adanya pembangunan green house untuk melindungi tanaman pangan dari bahaya cuaca ekstrem. Sehingga produksi pangan di Sumbar bisa terus berjalan tanpa bergantung pada kondisi iklim pada saat itu.

BACA JUGA  Genjot Perekonomian, Pemkab Mentawai Gandeng Yayasan BUMN

Di samping itu Buya juga mendukung perguruan tinggi yang berfokus pada bidang pertanian untuk memfasilitasi dan membina masyarakat di sekitarnya untuk mengembangkan usaha pertanian.

“Untuk itu saya dukung perguruan tinggi yang mempunyai usaha pertanian,untuk  mengisi kebutuhan pangan dan mensupply kebutuhan sayuran yang ada di pasar dan supermarket,” ujarnya.

Disamping itu, Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumbar, Wahyu Purnama, memaparkan sumbar masuk ke dalam komoditas penyumbang inflasi nasional

pada mei tahun 2022, komoditas tersebut antara lain Nasi dengan lauk mengalami inflasi sebesar 1,70 persen, Telur ayam ras sebesar 11,24 persen, Sawi Hijau sebesar 33.51 persen, dan angkutan udara sebesar 41.72 persen.

Dibandingkan pada bulan April 2022, inflasi kelompok di Sumbar tercatat mengalami penurunan, kecuali pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok transportasi, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang masih mengalami inflasi.

“Secara bulanan, inflasi Sumatera Barat pada Mei 2022 berada pada urutan ke-1 inflasi tertinggi dari total 10 provinsi di Kawasan Sumatera,” paparnya

“Secara triwulan I pertumbuhan ekonomi sumbar sudah positif sebesar 3,64 persen, namun sebagai catatan pertumbuhan ekonomi di Triwulan I Tahun 2022 lebih rendah dari rata-rata Sumatera dan lebih rendah dari Nasional,” lanjutnya.

Wahyu menyebut, berdasarkan hasil diskusi TPID, Sumbar berkomitmen meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan seluruh anggota TPID sehingga laju inflasi tetap terkendali.

Seperti melakukan sepuluh langkah strategis pengendalian inflasi, antara lain menghimbau maskapai tidak menaikkan harga tiket pesawat  di akhir tahun, serta adanya peningkatan pengawasan oleh Satgas Pangan ke pasar-pasar guna memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kemudian melakukan optimalisasi peran Toko Tani Center Indonesia di kabupaten/kota, Operasi pasar oleh Bulog, Koordinasi intensif dengan produsen, dan distributor khususnya untuk minyak goreng, terigu, agar distribusi merata, menetapkan HET dan tata niaga minyak goreng.

BACA JUGA  Kakankemenag Ikuti Paripurna HUT Kota Padang Panjang

Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk kelancaran transportasi, melakukan substitusi pupuk dan pertanian terpadu, melakukan koordinasi dengan Pertamina dan PLN, dan antar TPID se-Sumbar. (Via/MMC)

Baca juga: Kota Solok Gelar Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakSiswa MTsN 1 Limapuluh Kota Ikut Jambore Nasional 2022 di Cibubur
Artikulli tjetërKemenag 50 Kota Jalin Kerjasama Lintas Sektoral Hingga Tingkat Kecamatan