Sumani, SuhaNews – Bupati Solok Epyardi Asda menghadiri acara 3 Tahun Kinerja Wali Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kamis, 16 Februari 2023 di aula Kantor Wali Nagari Sumani.
Selain Bupati Solok, Capt. H. Epyardi Asda, Dt. Sutan Majo Lelo, M. Mar., acara ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Ny. Hj. Emiko Epyardi Asda, Plt. Asisten II, Deni Prihatni, ST, MT, Kepala OPD, Camat X Koto Singkarak, Chrismon Darma, Ketua TP PKK Kecamatan X Koto Singkarak, Ny. Nur Azizah Chrismon., Forkopimcam, Walinagari Sumani, Masri Bakar, Ketua TP PKK Sumani, Ny. Irmawani Masri dan tamu undangan lainnya.
Baca juga: Ombudsman RI: Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Kabupaten Solok Bernilai A
“Pada hari ini genap kepemimpinan saya sebagai Walinagari Sumani mencapai 3 tahun,” ujar Walinagari Sumani, Masri Bakar.
Dapat kami laporkan, jelas Masri Bakar bahwa selama 3 tahun menjabat, kami telah melakukan berbagai kegiatan seperti pembangunan bidang fisik seperti pembangunan jalan usaha tani simpang AA. pembangunan Irigasi, mengembangkan BumNag.
Bupati Solok, Capt. H. Epyardi Asda, Dt. Sutan Majo Lelo, M. Mar mengatakan bahwa tiga tahun pemerintahan Walinagari Sumani sudah banyak yang bisa dilakukan pemerintahan nagari.
“Kabupaten Solok mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten terbaik dalam menekan angka stunting di Sumatera Barat dan nomor 5 Kabupaten terbaik di Indonesia,” ujar Epyardi Asda.
Dalam hal penurunan angka Stunting, tambah Epyardi Asda, yang sebelumnya ada pada angka 40% telah terjadi angka penurunan sebanyak 15% sehingga saat ini berada pada angka 24%.
Standar pelayanan publik Kabupaten Solok, yang sebelumnya berada di zona merah dengan nilai 29% sekarang telah meningkat menjadi 88.73% dan telah berubah menjadi Zona Hijau pada Penilaian Ombudsman RI.
“Kita juga dinobatkan menjadi kabupaten terkolaboratif oleh Bank Indonesia dalam hal peningkatan kualitas UMKM di Kabupaten Solok,” tambah Epyardi Asda.
Saya rela meninggalkan acara berskala nasional di Arosuka, jelas Epyardi Asda, karena ingin bertemu dengan masyarakat Sumani. Karena saya ingin mendengarkan dan menampung aspirasi dari masyarakat.
Selama saya masih menjabat di Kabupaten Solok maka diupayakan pembangunan akan merata karena saya berprinsip “Anggaran Berbasis Kebutuhan Rakyat”, setiap sen duit rakyat akan kami berikan kepada masyarakat untuk pembangunan di kabupaten solok ini.
Dalam kesempatan itu, Bupati Solok juga menerima usulan pembanguna dari berbagai elemen yang hadir seperti kelompok tani, kepala sekolah, bundo kanduang, puskesmas, serta unsure lainnya. (Wewe)
Baca juga: Pemko Sawahlunto Berhasil Masuk Kualitas Tinggi Penilaian Ombudsman RI



Facebook Comments