SuhaNews. Tingginya akan kunjungan orang ke Sumbar membuat Pemprov memperpanjang masa pembatasan selektif hingga 29 Mei 2020 mendatang. Mengingat dalam waktu dekat merupakan hari besar yang menjadi momen peeantau untuk mudik.
Dikutip dari Klikpositif, pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Selasa (14/4).
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menjelaskan, perpanjangan masa pembatasan selektif juga untuk memutus rantai penyeberan COVID-19.
“Hari ini, shif kedua. Shif yang pertama sudah berakhir Minggu kemarin. Pembatasan selektif ini kita perpanjang sampai akhir bulan Mei mendatang,” kata Wagub Sumbar.

Wagub Sumbar menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi bersama, pembatasan selektif sangat efektif. Petugas gabungan yang terdiri dari aparat keamanan, tenaga kesehatan yang ditugaskan di sembilan titik daerah perbatasan.
“Sejak kita berlakukan pembatasan selektif, seluruh masyarakat yang masuk ke Sumbar didata. Kondisi kesehatannya juga di cek. Ini memudahkan kita men tracking siapa saja yang masuk ke Sumbar, apalagi mereka yang datang dari zona merah pandemi Corona. Saya minta petugas yang ada di perbatasan agar dapat lebih ekstra lagi bekerja,” ujar Nasrul Abit
Berita Terkait :Â Mulai Selasa 31 Maret, Sumbar Berlakukan Pembatasan Selektif
Ditegaskannya, petugas yang berada di area perbatasan merupakan garda terdepan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Pemprov Sumbar mengapresiasi petugas yag sudah maksimal bekerja mengawal area perbatasan siang dan malam. Pencegahan memang harus dilakukan dari berbagai sisi. Termasuk juga yang di area perbatasan.
“Petugas kita yang di perbatasan ini adalah garda terdepan untuk mendeteksi COVID-19, mencegah virus ini masuk. Kalau Rumah Sakit itu, masuk kategori matra medis. Jadi, sekali lagi saya minta petugas yang bekerja di perbatasan harus lebih ekstra lagi. Kita tentu ingin, Sumatera Barat ini sehat. Mari kita bekerja sama,” sebutnya.
Mengingat angka kasus positif di Sumbar kian hari kian meningkat, Pihaknya meminta kepada semua pihak dapat bekerja sama. Masyarakat harus mengikuti seluruh instruksi yang dikeluarkan. Jika tidak, maka mata rantai penyebaran COVID-19 susah untuk diputus.
“Jika ada yang baru datang dari daerah pandemi, atau barangkali memiliki gejala yang mirip dengan gejala COVID-19, Nasrul Abit meminta untuk segera melaporkan hal tersebut ke petugas kesehatan. Jangan ada yang ditutupi atau dilindungi. COVID-19, bukanlah aib. Maka dari itu, harus transparan. Jangan ada yang melindungi meski itu adalah keluarga kita sendiri. Semua, tak lain agar penanganan dapat sesegera mungkin dilakukan,” tukasnya.
editor :Â Moentjak sumber : Klikpositif.com
Baca Juga :



Facebook Comments