Balai Veteriner Bukittinggi Gelar Vaksinasi Rabies Massal

veteriner
Baso, SuhaNews – Kantor Veteriner Bukittinggi menggelar vaksinasi rabies massal, Jumat (8/10) di Baso. 

“Dalam rangka Hari Rabies Dunia, yang di peringati setiap 28 September, pihaknya menyelenggarakan vaksinasi rabies massal secara gratis bagi hewan,” ujar Kepala Kantor Veteriner Bukittinggi, drh Gigih Tri Pambudi.

Baca juga: Hewan Peliharaan di Padang Panjang Dapat Vaksin Rabies Gratis

Hal ini, jelasnya, sebagai bentuk upaya dalam pengendalian rabies. Vaksinasi ini diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia, karena hari ini adalah puncak peringatan Hari Rabies Dunia.

Sementara itu, Asisten III Setda Agam, Junaidi mengatakan, rabies merupakan penyakit hewan yang dapat menular ke manusia melalui gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR), seperti anjing, kucing dan kera.

“Dalam upaya pengendalian rabies, harus dilakukan vaksinasi rabies secara kerkelanjutan, pengendalian populasi HPR, dan mensosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya rabies,” ujar Junaidi.

Dalam rangka pengendalian rabies, tambah Junaidi, Pemkab Agam, melalui Dinas Pertanian telah melakukan vaksinasi terhadap 5 ribu hewan peliharaan.

veteriner“Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, kami ucapkan terimakasih kepada Balai Veteriner Bukittinggi, yang telah mendukung dan ikut membantu dalam upaya pengendalian rabies di Kabupaten Agam,” ujarnya

Keberhasilan pengendalian rabies, tambah Junaidi, sangat dipengaruhi oleh seberapa besar keterlibatan masyarakat, baik keaktifan petugas kesehatan hewan, perilaku pemilik hewan, partisipasi masyarakat, keberhasilan sosialisasi, penyediaan logistik, dan lain sebagainya.

“Semoga  masyarakat Kabupaten Agam terlindungi dari ancaman rabies,” harapnya. (*)

Baca juga: Hewan Peliharaan di Panyakalan Dapat Suntik Rabies, menuju Sumbar 2024 bebas Rabies

Facebook Comments

BACA JUGA  Kolom; Guru Tak Tergantikan
loading...
Artikel sebelumyaKota Pariaman Siap jadi Tuan Rumah Bulan Bhakti Karang Taruna Tingkat Sumbar
Artikel berikutnyaCovid-19 Kabupaten Solok: Tiga Sembuh, Tersisa 12 Warga Karantina Mandiri