Balon Wako Solok, Ismael Koto – Edi Candra Bertahan

SOLOK – Pasangan balon Wali Kota Solok Ismael Koto – Edi Candra menempati urutan teratas perolehan votes selama empat pekan terakhir. Pasangan ini terus berkibar di puncak. Pada pekan keempat Maret 2020 ini, netizen masih mengunggulkan pasangan birokrat ini.

Ismael Koto – Edi Candra mendapatkan 7.165 votes 41% dari 17296 votes . Kondisi ini sudah bertahan empat pekan. Karenanya ada yang memprediksi, jika pemilihan dilakukan sekarang, pasangan ini bakal terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Solok. Namun jalan masih panjang. Tahapan Pilkada ditunda.

Balon
Pasangan Balon Ismael Koto dan Edi Candra sementara menduduki peringkat tertinggo poling SuhaNews.

Virus corona atau COVID-19 mengubah peta politik. Para balon (bakal calon) pun perlu mengkaji ulang skedul yang sudah disusunnya selama ini. Sama halnya dengan agenda lainnya di seluruh Indonesia, yang harus diatur ulang.

Sekalipun di Kota Solok tidak ada balon independen, tetapi penundaan verifikasi persyaratan balon independen, jelas berpengaruh pada pendaftaran calon ke KPU. Jadwal Juni 2020 yang direncanakan bakal ditunda. Jika pandemi COVID-19 tidak mereda, bisa jadi pilkada serentak ditunda hingga 2021.

Sekalipun tahapan pilkada direskedul, tetapi dukungan untuk empat pasangan Walikota Solok terus mengalir. Pasamgan Ismael Koto – Edi Candra kini bertahan selama empat pekan sebagai peraih votes terbanyak.

Berita Terkait : Suara untuk Balon Walikota Solok Terus Mengalir

Pasangan Yutris Can- Irman Yefri Adang pun mendapatkan tambahan suara dari hari ke hari. Sekalipun posisinya di polling SuhaNews ini, berada di peringkat kedua, tetapi peluang untuk meraup suara terbuka lebar.

Sekarang pasangan politisi ini mendapatkan 6670 votes 39%. Angka ini memperlihatkan penmabahan dari pekan kemarin. Yutris Can berpeluang merebut suara rakyat Kota Solok karena ia dikenal dengan masyarakat, apalagi kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Kota Solok memungkinkannya untuk lebih dekat dengan pemilih Kota Solok.

BACA JUGA  Tempati Maktab 85, PPIH PDG 9 tinjau Fasilitas Armuzna

Reinier- Andri Maran pun demikian, votes untuk pasangan petahana ini juga terus bertambah. Bisa jadi pasangan ini belajar dari pemiligan Gubernur DKI. Bukankah saat surver dan polling berbagai lembaga Anies Baswedan mendapatkan suara terendah. Banyak yang mengira Anies Baswedan bakal kalah dalam Pilkada DKI, kenyataannya ia menjadi pemenangnya.

Balon
Pasangan Balon Walikot Solok Reinier-Andri.

Reinier, Wakil Walikota Solok ini pun bisa jadi melejit menjelang finis. Begitu tahapan pilkada dilanjutkan, pencalonan dimulai, maka program yang sudah disiapkan bisa diaplikasikan.

Perjalanan memang masih panjang, tetapi jika jalan panjang itu tidak dimulai dari sekarang, bisa jadi terlambat sampai di tujuan.
Sementara pergerakan votes untuk pasangan Hendriyas – Jetson bergerak lamban. Hingga sekarang pasangan pengusaha-biroktrat ini baru mengumpulkan 261 votes atau 2%. Jumlah ini memang tertinggal jauh dari tiga pasangan lainnya.

Waktu masih ada dan terus berjalan. Akankah ketika roda partai mulai berjalan akan terjadi perubahan. Saat ini, belum ada kepastian partai pengusung. Belum ada DPP yang mengeluarkan rekomendasi untuk masing-masing pasangan, sekalipun masyarakat Kota Solok sudah tahu partai pengusung setiap pasangan.

Namun kadangkala politik itu seperti bermain bilyar, bergerak tanpa terduga, kecuali yang memainkannya yang mengetahui. Mari kita ikuti perjalanan para balon, akankah didapatkan kepastian dukungan dari pusat. Seperti bermain bilyar, bola masih bergulir dan permainan belum selesai.

Kalau sekarang pasangan Ismael Koto – Edi Candra bertahan, mana tahu dalam perjalanan pasangan Hendriyas – Jetson bisa menyusul dan mendapatkan dukungan suara terbanyak. Kita tunggu perjalanan panjang ini usai. Red

[democracy id=”2″]

Baca Juga:

BACA JUGA  PHBI Kabupaten Solok Gelar Salat Ied di 2 Lokasi

 

Facebook Comments

Google News