Banjir di Jakarta Belum Surut, Pengungsi Mulai Alami Gatal-Gatal

Banjir di Jakarta Belum Surut, Pengungsi Mulai Alami Gatal-Gatal
Kondisi daerah Kampung Melayu, Banjir bercampur sampah mengenangi pemukiman.
Jakarta, SuhaNews. Hingga Kamis (2/1) pagi sudah lebih 24 jam sebagian besar kawasan Jakarta terendam banjir. Tak hanya Jakarta daerah sekitar seperti Bekasi, Tangerang dan Depok juga dilanda banjir.

Transportasi tersendat karena banyaknya jalan yang terendam banjir mulai dari tidak bisa dilalui atau hanya bisa dilalui oleh sebagian kendaraan. Sementara pasar sebagai pusat ekonomi juga terdampak, baik terendam banjir maupun pedagang yang tidak ke pasar karena rumahnya terendam banjir.

Sementera pegawai kantoran sebagian besar juga tidak masuk kerja dengan alasan yang sama. Begitu juga sektor usaha lain, semuanya terdampak akibat banjir ini.

Iman (50) salah satu perantau Minang yang tinggal di daerah Kampung Melayu mengatakan bahwa kondisi pagi ini tidak lebih baik dari kemarin. Sungai Ciliwung yang melintas masih membawa air pekat dengan sampahnya. Sedangkan air yang meluap belum terlihat surut.

 

Sungai Ciliwung yang dengan debit air masig tinggi

Begitu juga di kawasan Penggilingan Cakung yang masuk Jakarta Timur, air masih menggenangi kawasan ini. Begitu disampaikan Indra asal Solok yang tengah berada di kediaman mertuanya.

Ia menyebutkan beruntung lokasi rumahnya berada pada ketinggian, namun daerah sekitar sudah tergenang air sehingga susah untuk akses keluar masuk menuju jalan raya dan daerah sekitarnya.

Lain lagi derita Mona (40) masih perantau asal Solok yang tinggal di Cengkareng, dalam kabar via whatapsnya pagi ini mengatakan kalau air belum surut dan malah bertambah tinggi.

Jika kemarin masih ada kawasan yang aman sehingga dijadikan tempat mengungsi oleh warga sekitar sekarang juga terendam banjir. Akibatnya warga panik, apalagi anak-anak mulai terserang penyakit demam dan gatal-gatal.

Dari gambar yang dikirim Iman dari kawasan Kampung Melayu kepada SuhaNews terlihat air tingginya hampri mencapai atap rumah. Sementara itu sampah yang terbawa air terlihat mengapung. Red

BACA JUGA  Pembatasan Baru Diberlakukan 11 Januari, WFH 75%, Mall Tutup Pukul 19.00

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaApel Perdana Kemenag Kab. Solok Di Tahun 2020
Artikel berikutnyaAwali 2020, MTsN 1 Solok Kukuhkan Pengurus OSIM