Belajar Tatap Muka di MTsN 2 Solok, Diselingi dengan Praktek Ibadah

Belajar Tatap Muka di MTsN 2 Solok, Diselingi dengan Praktek Ibadah
Koto Baru, SuhaNews. Menjalani belajar tatap muka dibulan Ramadhan 1442 H ini, siswa MTsN 2 Solok  (MTsN Koto Baru) mengikuti praktek ibadah materi Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk membuat suasana belajar lebih hidup.

Salah satunya adalah praktek penyelenggaraan jenazah, selain Tadarus, Dhuha yang telah menjadi agenda rutin setiap hari yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

Mulai tanggal 15 April hingga 19 April 2021 mendatang, seluruh siswa akan dibekali dengan praktek penyelenggaraan jenazah yang dibimbing oleh Yulil Putra, S.Ag untuk siswa dan Yulva Nela, S.Pd.I untuk siswi.

Materi dalam kegiatan ini dimulai dari persiapan kain kafan (mancabiak kain kafan), memandikan jenazah, mengkafani dan menshalatkan jenazah. Selain siswa yang ikut praktek, seluruh tenaga pendidik dan kependidikan juga mengikuti kegiatan ini.

BACA JUGA  4 Hari Tatap Muka, Kadis Dikbud dan Camat Kunjungi SMPN 1 Sungai Tarab

Kepala MTsN 2 Solok H. Maidison yang ditemui disela kegiatan mengatakan, ada 3 hal yang disasar dari kegiatan ini. Pertama menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup setelah sekian lama siswa mengikuti belajar daring, dengan adanya praktek ini diharapkan motivasi siswa untuk berada di madarsah dan mengikuti belajar tatap muka kembali bangkit.

Kedua, dalam pelajaran PAI, khususnya Fiqih, penyelenggaraan jenazah telah dibahas. Namun belum optimal karena terbatasnya jam pelajaran. Maka diharapkan dengan praktek ini dapat menambah wawasan siswa dalam penyelenggaraan jenazah.

BACA JUGA  Datang Terakhir di Pleno KPU, Zulfadri Darma-Sultani Dapat Nomor Urut 1

Ketiga, kegiatan ini diharapkan menambah keterampilan siswa dalam menyelenggarakan jenazah, sehingga siswa MTsN 2 Solok siap berpartisipasi ditengah masyarakat apabila ada warga yang meninggal dilingkungannya.

Tak lupa pula H. Maidison mengucapkan terima kasih kepada para tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 2 Solok yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Bagi guru dan pegawai, kegiatan ini lebih kepada ‘maulang kaji’ untuk mengingatkan kembali yang mulai lupa,” pungkas H. Maidison.

reporter : Yen editor : Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...