Berusaha Menyelamatkan Anjing, Peburu Tewas Terseret Arus Sungai Batang Sangir

Berusaha Menyelamatkan Anjing, Peburu Tewas Terseret Arus Sungai Batang Sangir
Jasad Irda sesaat setelah ditemukan di Batang Sangir.
Solok Selatan,SuhaNews – Peburu di Solok Selatan ditemukan tak bernyawa setelah terseret air sungai Batang Sangir, Minggu (29/12). Peburu Irda Wahyudi berusaha menyelamatkan anjingnya yang terseret air sungai, setelah anjing kesayangannya itu masuk sungai usai diserang babi hutan.

“Irda Wahyudi (22) warga Jorong Pinang Awan, Nagari Pauh Duo Nan Batigo, Kecamatan Pauh Duo, Solok Selatan ditemukan sekitar 3 km dari lokasi tempatnya terseret air sungai,” jelas Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Rusdi Harmen, Senin (30/12) di Camat Sungai Pagu.

Kapolres Solok Selatan melalui Kabag OPS, Kompol Febbgendri, menjelaskan bahwa pagi itu sekitar pukul 09.00, Irda ikut berburu. Karena pada Minggu pagi itu ada kegiatan buru babi antar kampung di hutan belakang pasar Padang Aro.

“Babi hutan tiba-tiba menyerang anjing korban,” jelas saksi mata Rendi.

Mendapat perlawanan dari babi hutan, anjing tersebut masuk ke sungai yang berarus deras. Melihat anjingnya terseret arus sungai, korban pun berupaya menyelamatkan anjingnya dengan masuk ke sungai.  Namun karena arus sungai sangat deras,  korban ikut terbawa arus. Apalagi korban tidak bisa berenang.

Teman-teman peburu lainya tidak mampu berbuat banyak untuk menyelamatkan korban. Hingga korban hilang ditelan arus hingga  ke Lubuk Alau Jorong. Lubuk Gadang Nagari Lubuk Gadang,  Kecamatan Sangir. Korban terbawa arus sekitar tiga kilometer dari lokasi.

Rekannya berupaya terus untuk menyelamatkan korban dengan menelusuri sungai  tersebut.

Kapolsek Sungai Pagu memimpin langsung pencarian korban hanyut di Batang Sangir

“Korban pertama kali ditemukan oleh  Exdon alias Dodon  (29) dan Dodo (24), warga Jorong. Lubuk Gadang Nagari Lubuk Gadang,” jelas saksi Kompol Febbgendri.

“Korban langsung dibawa ke Puskesmas Lubuk Gadang untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan karena terlalu lama dalam air,” jelas dokter yang menanganinya.

BACA JUGA  94 Tahun Lalu: Gempa dan Tsunami di Danau Singkarak

Dari Puskesmas, korban dibawa ke rumah duka  di Jorong Pinang Awan Nagari Pauh Duo Nan Batigo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan.

reporter : ARD   editor : Wewe

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaKemenag Bukittinggi Gelar Pembinaan ASN
Artikel berikutnyaMKKS SMP Kabupaten Solok Salurkan Bantuan ke Solsel