Makkah, SuhaNews | Membayangkan keluarga yang ditinggalkan, ada rindu yang membara, namun suasana religi kota Makkah dengan segala sejarah yang ditinggalkan Rasulullah dan Nabi yang lainnya, membuat hati berat untuk melangkah. Sembari melangkahkan kaki menaiki bus, getir bibir berucap”seru kami kembali kesini ya Allah”.
Jumat (12/6) menjadi hari terakhir Jemaah Haji Kloter 9 PDG yang berasal dari Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Solok Selatan berada di tanah suci. Ibadah Haji telah ditunaikan, kesempatan berada di tanah suci telah berakhir dan saatnya kembali ke tanah air.

Semabri mengemasi barang dan memeriksa memastikan tidak ada yang tertinggal, disempatkan melihat ke bawah. Tampak deretan bus sudah terparkir rapi di halaman hotel bersiap mengantar jemaah ke Bandara King Abdul Aziz. Meski dijadwalkan pukul 12.00 Waktu Arab Saudi, armada-armada tersebut sudah siap sejak pagi.
Keluar dari kamar dan berkumpul di loby Hotel Hidayah Tower sejak pukul 10.00 Waktu Arab Saudi, seluruh jemaah menjalani pemeriksaan oleh Petugas Kloter dan Petugas Sektor Daker Makkah. Mulai dari kelengkapan identitas dan administrasi sampai koper kabin dan barang bawaan.
Dalam haru akan meninggalkan tanah suci, jemaah saling berbagi pengalaman selama berada di tanah haram ini. Disertai cerita kerinduan akan keluarga, terselip hraoan dan doa agar diperkenankan Allah kembali menjejakan kaki disini.
Setelah semua selesai, begitu juga petugas kloter dan Daker memastikan tidak ada barang bawaan jemaah yang tertinggal di kamar, jemaah pun dipersilahkan naik bus.
Rasa gundah semakin menguat tatkala pintu bus mulai ditutup dan bus bergerak perlahan beriringan hingga memasuki jalan raya terus melaju menjauh meninggalkan Aziziyah menuju Jeddah. Ada rasa yang sulit diungkapkan, tatkala bus melintas dibawah gerbang Qur’an yang jadi penanda batas tanah haram di kota Makkah.
Gerbang Al Qur’an atau Bawwabat Makkah/Bawwabat al-Qur’ānyang berjarak 27 km dari Masjidl Haram ini, Dirancang oleh arsitek Samir Elabd dan seniman visual Diya Aziz Dia pada tahun 1979, gerbang ini berbentuk seperti Al-Qur’an yang terbuka (Mushaf) yang diletakkan di atas dudukannya. Selain penan batas tanah haram juga penanda non muslim dilarang memasuki wilayah tersebut.
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam (berangkat dari Hidayah Tower pukul 12.06 Waktu Arab Saudi) rombongan kloter 9 PDG sampai di bandara King Abdul Aziz Jeddah pukul 13.57 Waktu Arab Saudi.
Jemaah pun beriringan turun bus dan mengikuti panduan dari petugas untuk masuk ke ruang tunggu.
Masih lama, kloter 9 PDG dijadwalkan take off pukul 20.55 Waktu Arab Saudi, waktu tujuh jam terasa lama. Namun proses pemeriksaan yang harus dilalui membuat waktu tak terasa berlalu. Pemeriksaan koper kabin dan tas tenteng atau tas sandang lebih ketat dilakukan oleh petugas bandara. Setiap jemaah hanya dibolehkan membawa satu tas tenteng/sandang ke dalam kabin, solusinya koper kabin masuk ke bagasi seperti koper besar. Meski banyak yang keberatan, jemaah harus patuh dan mengikuti aturan. Hasilnya banyak koper kabin masuk bagasi.
Yang menggembirakan, seluruh barang bawan jemaah haji Kloter 9 PDG lolos pemeriksaan x-ray dan jemaahpun dipersilahkan menunggu diruang tunggu.
Dalam letih setelah menjalankan rangkaian ibadah haji yang ditutup dengan tawaf wada, bayangan keluarga yang ditinggalkan menjadi teman lamunan menunggu panggilan masuk pesawat.

Pukul 16.245 Waktu Arab Saudi, terdengar pengumuman, jemaah lansia, resti dan disabilitas disuruh bersiap bersama pendampingnya untuk masuk pesawat. Jika memerlukan bantuan, petugas sudah siap sedia untuk membantu.
Meski berat meninggalkan tanah suci, kaki ini harus terus melangkah karena ada rindu yang harus ditebus dibelahan bumi sana, diranah yang dijaga oleh Gunung Talang, Kabupaten Solok telah menanti. Nova | Fendi
Berita Terkait :
- Tawaf Wada’, Jemaah Haji Solok Raya Berlinang Air Mata di Depan Ka’bah
- Koper Jemaah Haji Solok Raya Ditimbang, Maksimal 32 Kg
- Disambut Walikota Hendri Anis, 2 Jemaah Haji Padang Panjang Tinggal Ditanah Suci
- Kabar Duka dari Tanah Suci, Dokter Kloter UPG 38 Wafat di Makkah
- Kunjungi Thaif, Jemaah Haji Solok Raya Kenang Perjuangan Rasulullah
- Rukun Haji Telah Selesai, Ini Pilihan Wisata Ziarah di Makkah
- Nikmati Kota Makkah, Jemaah Haji Solok Naik Kereta Gantung Thaif
- Jadikan Masa Menunggu Jadwal Pulang ke Tanah Air untuk Training Diri Sebagai Pribadi Yang lebih Baik
- Ba’dal Umrah, Bakti dan Bukti Cinta Anak ke Orangtua di Tanah Suci
- Ketua Rombongan di Kloter 9 PDG, Pengabdian “Pak Guru” di Tanah Suci
- Kerjakan Tawaf Ifadah, Jemaah Solok Raya Selesai Tunaikan Rukun Haji
- Serba 5 Riyal di Pasar Pagi Dadakan Wilayah Aziziyah
- Jemaah Kloter 14 PDG Tuntaskan Armuzna, 55 Orang Pilih Nafar Tsani
- Bus Shalawat Belum Beroperasi, Jemaah Haji Solok Raya Tunda Tawaf Ifadah



Facebook Comments