Rukun Haji Telah Selesai, Ini Pilihan Wisata Ziarah di Makkah

Makkah, SuhaNews | Seluruh rukun haji yang dikerjakan oleh telah selesai ditunaikan, mengisi waktu sembari menunggu jadwal kepulangan ke tanah air, jemaah bisa melakukan wisata atau berziarah ke situs-stus bersejarah peninggalan Nabi Muhammad AS, para sahabat maupun Nabi-Nabi sebelumnya.

Beberapa dari tempat-tempat tersebut berada di komplek Masjidil Haram, diantaranya Ka’bah. Kemudian Maqam Ibrahim yang berada di dekat Ka’bah. Banyak yang mengartikan maqam Ibrahim ini sebagai kuburan, yang benar adalah merupakan batu yang digunakan Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS. Di atas batu ini terdapat bekas jejak kaki Nabi Ibrahim yang dapat dilihat hingga saat ini. Maqam Ibrahim berada di dekat Ka’bah dan dijadikan salah satu tempat mustajab untuk berdoa.  Dalam rangkaian tawaf, setelah selesai mengelilingi Ka’bah, jemaah disunahkan untuk salat di dekat Makam Ibrahim, mengingat jasa Nabi Ibrahim dalam mendirikan rumah Allah ini.

00201 jabal nur dan gua hira

Mengutip situs BPKH, tempat lain di Kota Makkah yang bisa dikunjungi jemaah untuk melakukan wisata ziarah adalah sebagai berikut :

Jabal Nur dengan Gua Hira

Jabal Nur adalah bukit tempat Gua Hira berada, lokasi di mana Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril. Perjalanan mendaki Jabal Nur mungkin terasa menantang, tetapi pengalaman mendalam saat berada di tempat ini sungguh berharga.

Untuk mendaki puncak Jabal Nur ini, diperlukan kekuatan yang luar biasa. Di dalam Gua Hira ini, Nabi bisa berkhalwat dengan tenang. Karena walaupun sangat kecil, sirkulasi udaranya teratur. “Apabila hujan tidak kehujanan, dan apabila panas maka Beliau tidak kepanasan,” kata Oman.

Istimewanya lagi, Gua Hira ini langsung menghadap Kakbah. Kita akan melihat Gua Hira ini langsung menghadap zam-zam tower sebagai tanda mengarah ke Ka’bah

BACA JUGA  Kemenag dan FKUB Bukittinggi Kunjungi Kota Jambi

Baca juga : 2 Jam Naik Bukit Terjal, Jemaah Haji Kab. Solok Sampai di Gua Hira’

Jabal Tsur

Jabal Tsur merupakan tempat di mana Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar, berlindung dari kejaran kaum Quraisy saat hijrah ke Madinah. Di dalam bukit ini terdapat Gua Tsur, tempat Nabi dan Abu Bakar bersembunyi selama tiga hari. Kisah keberanian dan perlindungan dari Allah Swt. yang terlihat di sini mengajarkan kepada kita tentang kesabaran dan keimanan yang kuat.

Masjid Jin

Masjid Jin adalah masjid yang terletak tidak jauh dari Masjidil Haram. Masjid ini memiliki cerita penting dalam sejarah Islam, yakni di sinilah Rasulullah SAW mengajarkan jin tentang Islam, dan mereka memeluk agama Allah. Mengunjungi masjid ini mengingatkan kita bahwa pesan Islam tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk lain ciptaan Allah Swt.

Jannat al-Mu’alla atau Pemakaman Mu’alla

Jannat al-Mu’alla adalah pemakaman di Mekkah di mana banyak anggota keluarga Nabi Muhammad SAW dimakamkan, termasuk istrinya Khadijah RA, serta anak-anaknya. Tempat ini penuh dengan makna sejarah dan memberikan kesempatan bagi jemaah untuk merenungkan perjuangan dan pengorbanan keluarga Nabi dalam menyebarkan Islam. rukun rukun rukun rukun rukun rukun rukun rukun rukun

Masjid Aisyah / Tan’im

Masjid Aisyah atau Masjid Tan’im merupakan tempat mikat yang paling populer bagi jemaah yang ingin melaksanakan umrah setelah haji. Di sinilah Sayyidah Aisyah memulai ihramnya saat hendak berumrah. Tempat ini menjadi penting karena sering dijadikan lokasi untuk memulai ibadah umrah bagi para jemaah yang berada di Makkah.

Masjid Namirah

Masjid Namirah berada di Arafah dan merupakan tempat di mana Rasulullah saw. menyampaikan khotbah terakhirnya pada Haji Wada’. Masjid ini hanya digunakan selama puncak haji dan mengingatkan kita akan pesan penting yang disampaikan Nabi untuk menjaga persaudaraan umat Islam.

BACA JUGA  Bus Salawat Ramah Lansia dan Disabilitas Disiapkan untuk Jemaah Haji Indonesia

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah merupakan tempat di mana Nabi Adam dan Hawa bertemu kembali setelah diturunkan dari surga. Bukit ini menjadi simbol kasih sayang dan ampunan Allah Swt. Banyak jemaah yang mengunjungi tempat ini untuk berdoa dan memohon ampunan, serta mengharapkan berkah.

Thaif

Thaif merupakan kwasan wisata paling populer di sekitar Makkah bagi jemaah haji dan Umrah. Wisata Thaif dipilih bukan sekedar spot sejarah semata, akan tetapi memiliki nilai-nilai yang bisa anda pilih seperti nilai-nilai sejarah perjuangan Islam Nabi Muhammad SAW, serta kita akan menyaksikan geografis Thaif memiliki keunikan dibandingkan dengan wilayah Jazirah Arab lainnya.

Karena Thaif memiliki wilayah tanah yang subur, udara yang sejuk, serta berbagai tempat terkait perkebunan-perkebunan yang bisa anda saksikan saat wisata Thaif.

Adapun tempat bersejarah di Thaif adalah, Masjid Addas, Tempat bersejarah di mana Rasulullah pernah berlindung dan beristirahat di sebuah kebun anggur setelah mendapat penolakan dari penduduk Thaif, yang kemudian mempertemukan beliau dengan pemuda bernama Addas.

Kemudian, Kereta Gantung Al Hada (Telefric): Wahana ikonik yang memacu adrenalin. Kereta ini melintasi tebing-tebing terjal Pegunungan Al Ghazwan dengan ketinggian mencapai 1.500 meter di atas permukaan laut dan menyuguhkan pemandangan spektakuler. Thaof juga punya kebun Mawar, pengunjung dapat melihat langsung hamparan kebun mawar yang menjadi bahan baku utama untuk minyak wangi dan air mawar.

Baca juga : Nikmati Kota Makkah, Jemaah Haji Solok Naik Kereta Gantung Thaif

Taman Al Rudaf juga banyak dipilih jemaah, taman kota yang asri dengan area hijau yang luas, bunga warna-warni, serta taman bermain yang cocok untuk bersantai. Selain itu. : Karena iklimnya yang subur, Thaif terkenal sebagai penghasil buah-buahan, madu, dan kacang berkualitas. Di sini Anda juga bisa menikmati lezatnya kuliner khas Arab seperti Nasi Mandi.

BACA JUGA  Cabuli Anak Dibawah Umur, Pemuda 25 Tahun Ditangkap Polsek Lunang Silaut

Itu baru sebagian kecil dari beberapa destinasi wisata dan ziarah yang ada di kota Makkah yang dapat dikunjungi jemaah haji sembari menunggu jadwal pulang ke Indonesia.

Yang perlu digaris bawahi adalah jangan memperturutkan nafsu dalam beriarah atau wisata ini, karena dilakukan secara mandiri dengan biaya yang ditanggung oleh masing-masing jemaah. Begitu juga dengan oleh-oleh yang akan dibawa pulang ke Indonesia, harus memperhatikan batasan barang bawaan yang ditetapkan oleh maskapai yakni maksimal 32 Kg. Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News