Bus Shalawat Belum Beroperasi, Jemaah Haji Solok Raya Tunda Tawaf Ifadah

Makkah, SuhaNews | Bus shalawat yang biasa melayani jemaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram masih berhenti beroperasi dalam rangka Armuzna sesuai kebijakan pemerintah Arab Saudi, karenanya jemaah haji Solok Raya yang tergabung dalam kloter 9 PDG menunda pelaksanaan tawaf ifadah.

“Insha Allah besok, kita akan melaksanakan tawaf Ifadah yang menjadiu bagian dari rukun haji, dan setelahnya akan diikuti dengan tahalul tsani agar semourna seluruh rukun haji,” ujar H. Rifai, ketua rombongan 7 kloter 9 PDG saat ditemui di Hidayah Tower Aziziyah, Sabtu (30/5).

H. Rifa’i menyampaikan, Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah menyampaikan anjuran ini karena saat ini terbatasnya angkutan menuju Masjidil Haram. Bagi jemaah yang ingin melaksanakan hari ini atau di hari terakhir tasrik ini juga dibolehkan, namun untuk ke Masjidil Haram menggunakan taxui yang tentu saja mengeluarkan biaya tambahan. bus bus bus bus bus 

Seperti di Indonesia taxi yang ada selain jenis sedan juga ada minibus, maka jemaah dapat pergi beregu. Namun disarankan untuk pergi menggunakan satu taxi saja, karena sat berhenti di sekitar Masjidil Haram nanti belum tentu kendaran dapat berhenti berdekatan karena padatnya lalu lintas.

Karena kondisi ini, sebagian besar jemaah menghabiskan waktu berisitirahat di hotel, melepas lelah dan penat setalh menjalani Armuzna sejak 8 Dzulhijah yang lalu dan puncaknya adalah menyelesaikan melontar di Jamarat dengan melewati terowongan Mina.

03005 haji hotel a

Beberapa jemaah dari Kloter 9 PDG, Sabtu pagi menggelar makan bersama dengan Bareh Solok yang dibawa dari Indonesia saat berangkat.

“Kami sedang barayo, makan basamo, mumpung masih hari Tasrik, kami rayakan Idul Adha secara sederhana, dengan makan bareh Solok dan Randang dari kampuang,” ujar H. Rifa’i yang menggelar hidangan di lorong hotel bersama beberapa jemaah. Nova | Fendi

BACA JUGA  Esok Menuju Arafah, Jemaah Haji Kloter PDG 13 Persiapkan Diri

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News