Bisnis Ilegal, Polres Pasaman Barat Ungkap Perdagangan Trenggiling

polres
Polres Pasaman Barat amankan pelaku perdagangan trenggiling
SuhaNews– Polres  Pasaman Barat berhasil mengungkap perdagangan sisik trenggiling di Kampung Masjid, Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat Kamis, 30 Juli 2020 sekitar pukul 02.00 Wib dini hari.

“Ini merupakan perdagangan sisik trenggiling terbesar di Indonesia,” ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariyadi didampingi Kasat Reskrim AKP Omri Yan Sahureka dan Kanit Tipidter Iptu Ferly Marasin.

Sebanyak 22 kg sisik trenggiling berhasil diamankan jajaran Polres  Pasaman Barat, setelah mendapatkan laporan masyarakat terkait adanya jual beli bagian sisik hewan langka yang dilindungi undang-undang itu.

Kronologis penangkapan para pelaku, jelas Kapolres, adanya  Joint Investigasi bersama dengan Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Wilayah I Pasaman Sumatera Barat.

“Petugas berhasil menggagalkan transaksi jual beli Hewan Satwa yang dilindungi yakni berupa Sisik atau Kulit (Manis Javanica) atau Trenggiling,” jelas Kapolres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariyadi, sebagimana dilansir Spiritsumbar.com.

Dalam operasi tersebut, jelas Iptu Ferli Marasin, diamankan tiga orang pelaku  yakni IS, R, dan S. Mereka diduga kuat melanggar Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

Sisik kulit Trenggiling kurang lebih 22 kg.Saat digerebek, ketiga pelaku tidak melakukan perlawanan. Ketiga pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polres Pasaman Barat.

“Ketiga pelaku di ancam melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf d Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya,” jelas Kanit Tipidter Iptu Ferly.

Ancaman pidana, jelasnya, 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta rupiah. Dari hasil penyelidikan sisik hewan langka tersebut rencananya  dijual ke Bangko Provinsi Jambi.

Ia menambahkan, sisik trenggiling seberat 1 kg berasal dari 4 ekor trenggiling. Berarti dengan 22 kg sama dengan 88 ekor trenggiling yang terbunuh.

“Ini merupakan kasus trenggiling hewan langka yang dilindungi penangkapan terbesar di Indonesia,” tambahnya.  (*/Wewe)

Sumber: Spiritsumbar.com

Baca Juga:

 

Facebook Comments

loading...