Sekolah di Zona Hijau, Gubernur Sumbar Protes SE Kemendikbud

1483
Gubernur
Video conference tentang pembukaan sekolah
SuhaNews – Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), membuat Gubernur Sumbar Protes. Karena menurut aturan Kemendikbud yang sekolah yang berada di  zona hijau yang bisa dibuka pada tahun pelajaran 2020/2021.

Zona hijau yang dumaksus dalam SE ini adalah daerah yang sama sekali tidak pernah mencatatkan kasus positif Covid-19. Dengan demikan tidak satupun kabupaten/kota di Sumbar yang bisa dibuka. Karena 19 kabupaten/kota tidak satipun masuk zona hijau.

“Jika diterapkannya daerah zona hijau di Sumbar, tentunya kita tidak ada yang bisa buka kembali sekolah. Karena di Sumbar, sudah seluruh daerah yang kena, sudah seluruh daerah mencatatkan kasus positif,” kata Irwan Prayitno.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno usai Rapat Koordinasi melalui video conference (Vidcon) dengan Bupati dan Walikota se Sumbar di ruang kerjanya Kantor gubernur, Senin (15/6/2020).

“Ini perlu dikaji ulang, definisi zona hijau oleh Kemendikbud tersebut, makanya kita akan lakukan rapat kembali di awal Juli nantinya,” imbuhnya.

Irwan Prayitno berjanji akan menanyakan hal tersebut kepada pemerintah pusat. Ia berpendapat bahwa apabila daerah yang bersangkutan tidak lagi mencatatkan kasus baru, atau dengan kata lain sudah bisa mengendalikan penyebaran Covid-19, maka tidak ada salahnya untuk kembali membuka sekolah.

“Kalau sudah ada izin dari Kemendikbud, pembukaan sekolah akan diperketat untuk mengurangi kemungkinan siswa terpapar Covid-19,” jelas Gubernur.

Pihak sekolah, jelas Gubernur Sumbar, harus membatasi murid setiap kelas, yaitu separuh dari biasanya. Menyediakan wastafel untuk cuci tangan. Waktu belajarnya dipersingkat mulai tiga hingga empat jam dengan dibuat sistem shift.

“Proses belajar mengajar wajib menggunakan masker. Datang ke sekolah hanya untuk belajar,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berencana membuka sekolah pada bulan Juli dalam situasi penerapan tatanan kehidupan baru. Sebelum mewujudkan itu, mereka akan melakukan skenario dalam penerapan aturan Covid-19.

Dari video conference dengan bupati/walikota se-Sumatera Barat, ada dua skenario menjadi pilihan yaitu belajar secara daring, belajar jarak jauh melalui online atau belajar di sekolah tapi harus disesuaikan dengan aturannya protokol penanganan Covid-19.

“Kita belum bisa memutuskan, apakah akan membuka sekolah dan melaksanakan pembelajaran dengan sistem tatap muka atau tidak,” papar Gubernur Irwan Prayitno.

Keputusan akan diambil melalui rapat dengan Bupati Walikota di awal Juli untuk memastikan kapan sekolah akan dibuka kembali.

Meskipun Sumbar menyatakan telah berhasil mengendalikan sebaran wabah Covid-19, namun pemprov masih akan memantau perkembangan penyebaran Covid-19 hingga awal Juli mendatang.

“Awal Juli nanti,  akan kembali digelar rapat untuk memutuskan hal ini. Semoga wabah virus Corona ini segera berlalu, agar anak-anak tidak tertinggal dalam pendidikan,” kata Irwan Prayitno.

Apabila kurva penambahan kasus baru di Sumbar menunjukkan tren penurunan hingga awal Juli, jelas Irwan Prayitno, maka kemungkinan sekolah di Sumbar akan kembali dibuka.\

Sebaliknya, apabila tren yang terpantau justru menunjukkan kenaikan, maka pembelajaran melalui sistem dalam jaringan (daring) akan tetap dilanjutkan hingga situasi benar-benar sudah terkendali.

Pemprov Sumbar akan menyiapkan sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan pendidikan dalam situasi kenormalan baru yang sesuai dengan protokol penanganan Covid-19. Pihaknya akan mengevaluasi penyelenggaraan itu tiap bulan.

“Setiap sekolah tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” tutup Irwan  Prayitno.

Editor: Wewe     Sumber: Spiritsumbar.com

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...