Batusangkar, SuhaNews – Dari 75 nagari di Kabupaten Tanah Datar, masih ada dua nagari yang belum menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang bersumber dari Dana Desa. Keduanya adalah Nagari Aie Angek dan III Koto.
“Insyaallah, Selasa (2/6/2020) dua nagari tersebut bisa menerima BLT-Dana Desa ini,” ujar Wakil Bupati Tanah Datar, H. Zuldafri Darma saat menyerahkan BLT-Dana Desa di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Sabtu (30/5) di kantor Wali Nagari Parambahan.
Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini, jelas Zuldafri Darma, merupakan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di Tanah Datar. Dengan selesainya dua nagari tersebut, maka sebanyak 75 nagari di Tanah Datar sudah menerima BLT.
“Sampai saat ini sudah 73 dari 75 Nagari yang menerima BLT yang bersumber dari dana desa,” jelas Zuldafri Darma.
“Nagari Aie Angek dan Nagari III Koto sedang dalam proses, dan akan ditrealisasikan Selasa (2/6),” ujar Kadis PMDPPKB Nofenril.
Nofenril menyampaikan bahwa proses penyerahan BLT relatif berjalan lancar, walau ada kendala terkait pendataan. Tidak ada prtotes dan masyarakat yang terdata sudah menerima BLT tersebut.
“Kita belajar dari daerah yang kendala penyakluran BLT,” jelas Nofenril.
Ada masyarakat terdampak pandemi covid-19, yang berhak menerima bantuan namun belum terdata, sehingga luput dari bentuan ini. Diharapkan kasus yang sama tidak terjadi di Tanah Datar. Karena itulah, wali nagari bersama perangkatnya diminta untuk mendata secara jelimet.
BLT Dana Desa ini, jelas Nofenril, merupakan dana kegiatan untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat tahun 2019. Namun akibat pandemi virus corona harus dialihkan untuk bantuan masyarakat.
“Pengalihan dana ini mengakibatkan kegiatan di nagari yang sudah direncanakan ditiadakan. Bahkan kegiatan di kabupaten pun dipangkas dan ditiadakan pula,” tambah Nofenril.
Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma mengingatkan masyarakat penerima BLT agar memanfaatkan dana bantuan sebaik mungkin dan untuk kebutuhan yang mendasar.
Soal pendataan warga yang terdampak, Wabup sampaikan masih ada warga masyarakat yang berhak menerima namun tidak terdata, ada yang terdata namun ekonominya jauh labih baik, untuk itu Wabup minta pendataan warga harus sesuai sehingga BLT yang diserahkan tepat sasaran.
“Pandemi Corona ini belum tahu sampai kapan berakhir, sementara kemampuan pemerintah terbatas untuk memberikan bantuan. Untuk itu mari kita bersama bijak dalam menggunakan dana bantuan sehingga kebutuhan mendasar masih dapat terpenuhi untuk beberapa bulan ke depan,” kata Wabup.
Wabup juga ingatkan tentang perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besat (PSBB) hingga 7 Juni mendatang, untuk itu Wabup minta masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, sering-sering cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta hindari kerumunan.
Sementara Wali Nagari Parambahan Robi Yasdi mengatakan untuk nagarinya menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebanyak 530 Kepala Keluarga (KK).
“Masyarakat kita yang sebelumnya telah menerima BST dari Kemensos sebanyak 88 KK, 358 KK dari dana APBD Provinsi dan Kabupaten Tanah Datar dan tambahan sebanyak 15 orang lagi dari dana BST Kemensos.
“Hari ini sebanyak 69 KK dari Dana Desa dan itu semua sudah tersalurkan dan rasanya tidak ada lagi masyarakat kita yang tertinggal, dan itu sudah didata semua, bahkan juga dilakukan imbauan di masjid,” ucapnya.
Dikatakan Robi, 69 KK yang menerima BLT dari Dana Desa Nagari Parambahan itu adalah dari 106 kuota yang tersedia.
“Penerima bantuan BLT tidak memenuhi kuota yang disediakan karena sudah semua masyarakat yang berhak menerima dana bantuan terakomodir dan tidak ada lagi yang tertinggal,” pungkasnya.
Reporter: Dajim/Andra Editor: Wewe
Baca Juga:



Facebook Comments