Buka Lokakarya MAN 1 Solok, Kakanwil Ajak Madrasah Pertahankan Mutu Ditengah Pandemi

man 1 solok
Koto Baru, SuhaNews. Disela monitoring dan evaluasi pelaksanaan belajar mengajar selama era new normal, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar H. Hendri membuka Lokakarya tenaga pendidik dan kependidikan MAN 1 Solok, Rabu (29/7).
Ikut mendampingi Kakanwil dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok H. Alizar bersama Kasubbg Tata Usaha H. Fuadi Nawawi dan para pejabat dilingkup Kantor Kemenag Kab. Solok.

Selain para guru MAN 1 Solok Solok yang mengikuti Lokakarya, ikut menyambut kedatangan Kakanwil Kemenag Sumbar Kepala MTsN 2 Solok H. Maidison, Kaur TU MTsN 2 Solok Dodi Waldi, S.Ag beserta guru dan pegawai MTsN 2 Solok.

Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok H.Alizar dalam laporannya mengampaikan, bahwa selama pandemidan sejak penerapan PSBB pada Maret 2020 yang lalu, seluruh madrasah di Kabupaten Solok sudah menerapkan kegiatan sesuai protokol kesehatan dan aturan terkait kegiatan pendidikan.

Untuk menyikapi  pelaksanaan sesuai protokol kesehatan ini selueruh madrasah di Kab. Solok mengekar loka karya bagi guru dan pegawai, yang bertujuan untuk menunjang PBM selama pandemi.

Hingga akhir Juli 2020 ini, pelaksanaan PBM daring dan luring diseluruh madrasah Kab. Solok berjalan lancar. Kendala berupa keterbatasan jaringan dan sarana telah disikapi para guru dengan mengunjungi siswa dan memfasilitasi belajar maupun melayani siswa yang datang ke madrasah dengan protokol kesehatan.

Menutup laporannya H. Alizar juga menyebut bahwa Kantor Kemenag kab. Solok juga telah melakukan pemantauan dan evaluasi penerapan protokol kesehatan dimasing-masing madrasah.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Sumbar H. Hendri yang membuka Lokakarya ini menyamaikan bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi tidak hanya menganggu tatanan ekonomi, tetapi juga sosial kemasyarakan dan pendidikan.

Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus inovasi bagi guru madrasah untuk terus mengabdi mewujudkan madrasah hebat bermartabat ditengah pandemi.

Untuk itu Kakanwil meminta guru mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri dan Kepdirjen Pendis No 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah sehingga proses BDR sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Yang tak kalah pentingnya adalah penerapan protokol kesehatan dilingkungan madrasah yang berlaku untuk semua individu baik warga madrasah maupun tamu,” tegas H. Hendri.

Disebutkan H. Hendri, terkait kegiatan belajar mengajai selama era new normal, Kanwil Kemenag Sumbar menerapkan beberapa langkah strategis yang dimulai dengan membentuk tim perumus kegiatan PBM, tim sosialisasi dan tim monitoring.

Terkait pelaksanaan PBM tersebut, Kanwil Kemenag Sumbar juga mengacu pada keputusan Gubernur Sumbar tentang pemberlakukan zonasi covid-19. Yakni adanya pembatasan gerak dan kegiatan berdasarkan zona hijau, zona kuning dan zona merah.

Kanwil Kemenag Sumbar mlalui bidang Pendidikan Madrasah juga telah menyiapkan kurukulum esensial yang diterapkan oleh setiap madrasah selama pandemi dan new normal.

“Dengan terbatasnya tatap muka kegiatan belajar ini, maka mau tau mau para guru harus mengikuti teknologi bahkan mendalaminya agar materi tetap sampai pada siswa. Mari berinovasi menyajikan materi dengan memanfaatkan teknologi yang sekaligus wujud dari lima nilai budaya kerja Kementerian Agama,” ajak H. Hendri.

Diakhir sambutannya H. Hendri mengajak para guru madrasah untuk tetap berkarya, berinovasi mewujudkan madrasah hebat bermartabat ditengah pandemi covid-19 ini.

Kepala MAN 1 Solok yang ditemui SuhaNews usai acara pembukaan menyebutkan bahwa lokarya yang mengangkat tema “dengan lokakarya kita tingkatkan komoetensi guru dalam mentiasati pembelajaran di era new normal” mendatangkan narasumber berkompeten yang juga praktisi pendidikan, salah satunya Feri Fren dari LPMP Sumbar.

Terkait pelaksanaan PBM selama pandemi di MAN 1 Solok pihaknya selain melaksanakan daring dan luring juga memberi kemudahan siswa belajar secara manual dengan datang ke madrasah. Karena tidak semua daerah tempat tinggal siswa memiliki jaringan internet, maupun ada siswa yang tidak memiliki fasilitas untuk itu.

Para guru memberikan kemudahan, agar seluruh siswa mendapatkan materi dan pelajaran yang sama, baik dengan datang ke madrasah amupun berkomunikasi secara langsung namun tetap dengan protokol kesehatan. Moentjak

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...