Bupati: Pesisir Selatan Berhasil Menekan Tingkat Pengangguran

Pesisir
Bupati Rusma Yul Anwar
Pesisir Selatan, SuhaNews – Bupati Rusma Yul Anwar mengatakan bahwa Pesisir Selatan berhasil menekan tingkat pengangguran terbuka sepanjang 2021, di tengah kegalauan ekonomi dan dunia usaha akibat pandemi COVID-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penganggur terbuka di Pesisir Selatan pada 2021 turun 1,03 persen menjadi 5,97 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7.00 persen.

Baca juga: Gubernur: PKK Bantu Pemerintah Kurangi Pengangguran

“Capaian itu terkonfirmasi lebih rendah dari target yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, yakni 6,30 persen,” jelas Rusma Yul Anwar.

Penurunan tersebut ternyata tidak hanya terjadi di tengah tekanan COVID-19, tapi juga ketika adanya kenaikan populasi angkatan kerja menjadi 226 ribu atau bertambah 7,76 ribu orang dari periode 2020.

Pertambahan jumlah angkatan kerja, jelas Rusma Yul Anwar,  berbarengan dengan tingginya kenaikan partisipasi dari angkatan kerja yang diperkirakan mencapai 1,59 persen dari total angkatan kerja.

“Menganggur akibat COVID-19 sekitar 2.000 orang, namun saat itu penambahan penduduk yang bekerja lebih dari 3.000 orang,” kata Rusma Yul Anwar.

Pemerintah daerah kini terus memperluas kesempatan kerja dan peluang usaha, sehingga tingkat pengangguran terbuka di Pesisir Selatan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah strategis diantaranya menciptakan iklim berusaha yang lebih kondusif, sehingga memperbesar masuknya arus modal melalui investasi, baik dalam maupun luar negeri.

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat usia produktif dengan berbagai fasilitasi program pelatihan agar memiliki saing sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta cakap di lapangan usaha.

Mengoptimalkan pengembangan potensi daerah seperti misalnya sektor pertanian dan pariwisata. Kedua sektor unggulan itu diharapkan mampu menjadi peluang usaha demi menekan tingkat pengangguran.

BACA JUGA  Puncak Pinang Awan Destinasi Wisata Solsel Dengan Sensasi Ketinggian dan Air Panas

Pada tahun anggaran 2022 pemerintah kabupaten menginvestasikan sedikitnya Rp16 miliar untuk pengembangan sektor pariwisata di Pesisir Selatan.

Kegiatan itu otomatis memerlukan tenaga kerja. Sedangkan di bidang pertanian selama lima tahun ke depan pemerintah kabupaten akan memperkuat kegiatan hilir produk unggulan daerah dengan sentuhan industrialisasi, sehingga komoditi lokal bisa lebih bernilai.

“Muaranya meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan dari adanya pemerintahan. Jadi, tak harus di sektor formal,” ujarnya. (*)

Baca juga: Dampak Covid-19, Menaker: Pengangguran RI Tembus 9,7 Juta Orang

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakSekretaris Daerah Kota Sawahlunto Ikuti Rakor di Mentawai
Artikulli tjetërMiliki Ganja, Pemuda 39 Tahun Diciduk Polres Solok di Guguak