“Buru Mancik” Kebersamaan Membasmi Hama di Panyakalan

621
buru
Masyarakat Panyakalan "Berburu Mancik" untuk membasmi hama Tikus.
Panyakalan, SuhaNews. Dipimpin langsung oleh wali nagari Agus Evatra Dt. Bandaro Kayo, masyarakat nagari Panyakalan Kec. Kubung Kab. Solok bersama-sama membasmi hama Tikus dengan menggelar “Buru Mancik” pada Minggu (14/6).

buru

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pertanian menyerahkan bantuan berupa Soder Belerang untuk berburu Tikus ini kepada Pemerintah Nagari Panyakalan.

Selain puluhan masyarakat Panyakalan dari berbagai usia, ikut pula dalam kegiatan ini Bhabinkantibmas, Kepala Jorong dan dari Dinas pertanian diwakili oleh PPL Panyakalan Rossi Andrawina.

Disela kegiatan Wali Nagari menyampaikan agar seluruh masyarakat ikut berperan aktif membasmi hama tikus demi menjaga stabilitas pangan. Pemerintahan Nagari akan menfasilitasi baik itu melalui donatur maupun instansi terkait.

Hal ini akan terus dilaksanakan dengan lokasi dan waktu berbeda. Sehingga seluruh area persawahan dalam nagari Panyakalan mendapat giliran berburu Tikus ini.

Sementara Penyuluh Pertanian Lapangan kepada Suhanews mengatakan, salah satu penyebab eksplosi populasi yang tidak terkendali adalah hewan pemangsa tikus yang berada pada populasi langka seperti burung hantu dan ular.

buru

Dampaknya pada petani bisa gagal panen atau minimal jumlah produksi menurun drastis ,akhirnya bisa terjadi rawan pangan. Untuk mengatasinya salah satu metode pengendalian adalah dengan memperhatikan sanitasi pada area lingkungan sawah, membersihkan gulma dan semak semak agar tikus tidak mempunyai kesempatan membuat sarang.

Pada saat terjadi eksplosi atau ledakan tikus perlu gerakan massal penangkapan dan berburu tikus dengan anjing dan membongkar lubang tempat bersarangnya tikus tersebut,semoga acara berburu yang dilakukan masyrakat secara partisipatif tadi bisa menghambat populasi tikus dan petani mendapatkan produksi yang tinggi, sehingga masyarakat terhindar dari rawan pangan.

Guna memotivasi masyarakat terutama anak anak yang ikut serta
Kepala jorong Mudiek Aie, Devit Dt Bandaro Basa, berinisiatif mencarikan donatur untuk membayar tikus yang berhasil ditangkap menurut Davit satu ekor di hargai Rp.1000.

reporter : Oca editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...