Cara Cerdas Hadapi Corona Berfikir Seimbang, Pasifkan ANT

Cara Cerdas Hadapi Corona Berfikir Seimbang, Pasifkan ANT
Ilustrasi, perlunya keseimbangan dalam berpikir sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan, seperti kendaraan yang seimbang akan melaju dengan tenang
Virus corona menjadi topic berita setiap hari, seiring dengan telah beredarnya virus ini ke beberapa Negara. Pemberitaan yang banyak dan berulang-ulang semakin membuat masyarakat cemas, khawatir dan stress.

Kalau kita lihat dari sisi ilmu fisiologi tubuh, keterpaparan manusia terhadap sesuatu objek ( dilihat,dirasa,didengar ) yang akhirnya diteruskan melalui persyarafan ke daerah otak akan diperlihatkan oleh seseorang melalui prilaku dan tindakan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain yang berbeda satu sama lain tergantung dari hasil analisanya di otak .

Pada saat ini, satu hal yang harus kita ingat bahwa kondisi diluar diri kita, tidak sepenuhnya bisa kita atasi, namun kita bisa menentukan reaksi apa yang akan kita berikan pada situasi tersebut , disinilah kita perlu membekali diri dengan berfikir seimbang.

Ns. Silvia. SKep. MBiomed.
Dosen Universitas Fort de Kock Bukittinggi.

Kondisi yang membuat kita miris hari ini, banyak diantara kita tidak lagi mampu menyeimbangkan fikiran karena kepanikan yang melanda diantaranya ; saat menghadapi saudara ataupun rekan yang pulang bepergian baik dalam maupun luar negeri, tidak sedikit kita justru tidak lagi menjaga hati/perasaan saudara kita, padahal silaturahmi tetap harus dijalin walau kontak fisik tidak harus terjadi seperti bersalaman, berpelukan, namun menanyakan khabar/beritanya, kesehatannya dengan tulus tentu harus tetap kita lakukan, dan bukan sebaliknya, jangankan bertanya kita bahkan menunjukan sikap seolah-olah saudara kita datang dengan membawa virus diseluruh tubuh kita.

Ketika ada ditengah masyarakat yang mengalami demam, dan dibawa ke rumah sakit, kemudian ajal nya pun datang menjemput, karena situasi dalam pandemic korona, kadangkala informasi dari RS kita dengan suspect korona, namun yang terjadi adalah kita langsung proteksi diri dengan tidak menunaikan lagi kewajiban sesame muslim yaitu takziah dan menghibur keluarga korban.

BACA JUGA  Masyarakat Sekitar Nikmati Kurban 3 Ekor Sapi di MAN 1 Solok

Informasi yang akhir akhir ini kita dengar, bahwa sholat jumat ditiadakan dan diganti dengan sholat zuhur dirumah saja, semoga di Negara kita tidak terjadi hal demikian, karena ini adalah sikap yang sudah jauh dari nalar akal sehat, menggambarkan kondisi aqidah dan keyakinan kepada Allah swt yang mulai melemah. Saya berpendapat demikian bersandar kepada wajibnya perintah sholat jumat kepada umat islam dan ancaman meninggalkannya serta keutamaan mengerjakannya.

Dengan kita tetap melaksakan perintah Allah (QS: Al-Jumu’ah : 9), kita justru berharap bisa memanjatkan doa bersama di hadapan Allah Swt agar masalah dan penyakit yang diderita Allah angkat dan hilangkan dari bumi ini, tentu dengan tetap melakukan proteksi diri seperti membawa sajadah sendiri, tidak bersalaman, berpelukan dan kontak fisik lainnya serta tidak mengusap wajah sendiri selama bersama-sama dan segera cuci tangan.

Dan banyak lagi kondisi lainnya mungkin pembaca bisa merasakan juga ditengah tengah masyarakat. Sebelum kita sampaikan tips cerdas menghadapi pandemic ini, kita sedikit mau menyampaikan hal yang menyebabkan kepanikan saat menghadapi suatu peristiwa adalah salah satunya karena seringnya kita terpapar dengan informasi tersebut, apalagi peristiwa itu adalah hal negative yang berdampak buruk.

Maka saat informasi tersebut sampai ke otak, otak akan berfikir cepat dan dipaksa melompat secara automatic muncul yang juga disebut dengan “Automatic Negative Thoughts” / ANT
Jika kita selalu berfikir negative bahwa sesuatu yang buruk akan menghampiri kita diiringi kecemasan berlebihan, maka ANT akan muncul terus menerus dan akhirnya merusak otak / akan menginfeksi otak .

Dan fikiran negative ini juga mengurangi fungsi lobu yang ada diotak, salah satunya aktivasi di lobus temporal yang bisa menyebabkan seseorang panik, gangguan memori dan depresi, yang justru dapat melemahkan daya tahan tubuh, sehingga memudahkan berbagai mikroorganisme memasuki tubuh.

BACA JUGA  Datang ke Teluk Bayur, Kapal dari Tiongkok Diminta Lego Jangkar 10 mil dari Pelabuhan

Semoga dengan menjalani kehidupan sesuai dengan fikiran seimbang,tidak memberi peluang untuk ANT aktif berkepanjangan, menjaga pola hidup sehat, mengurangi kontak fisik, menjaga jarak namun tetap bersilaturahmi, kita bisa melewati masa-masa sulit ini, dan semoga pandemi korona cepat berlalu dengan selalu mendekatkan diri kepada Ilahi.
Wallahualam.

Penulis : Ns.Silvia.SKep.MBiomed Dosen Universitas Fort de Kock Bukittinggi

Tulisan Silvia lainnya :

Facebook Comments

loading...