Dampak Corona, Siswa MAN 1 Pasaman “Dirumahkan”

lulus
Lb. Sikaping, SuhaNews. Semakin mengkhawatirkannya penyebaran pandemi Covid Virus Disease 2019 (covid 19), MAN 1 Pasaman akhirnya mengambil kebijakan home learning selama masa darurat. Hari ini parasiswa akan dipulangkan lebih awal untuk selanjutnya belajar dari rumah masing-masing.

Kebijakan ini diambil berdasarkan Intruksi Bupati Pasaman No : 421/625/DISDIKBUD-PAS/2020, Arahan Gubernur Sumatera Barat dan Surat Edaran Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat tentang Penanganan Pemcegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

“Home learning bukan berarti meliburkan kegiatan pembelajaran, namun pelaksanaannya saja yang dipindahkan dari madrasah ke rumah masing-masing”, jelas Kepala MAN 1 Pasaman, Drs. Darwin, MM. Pd.

Setiap siswa tetap belajar seperti biasa dengan dari rumamh masing-masing. Pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Pembelajaran daring dengan memanfaatkan fasilitas internet yang tersedia seperti grup whatsapp, atau media belajar online lain yang mungkin bisa diakses siswa.

Bagi siswa yang rumahnya tidak tersedia jaringan internet maka pembelajaran dilakukan melalui penugasan terstruktur. Tugas terstruktur yang diberikan oleh guru disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan dengan mempertimbangkan aspek belajar asyik dan menyenangkan. Tugas bisa dalam bentuk menjawab soal-soal, pengayaan dan remedial atau pembiasaan pendidikan karakter. Hal ini diharapkan siswa tetap membiasakan diri selalu belajar sesuai dengan jadwal belajar di madrasah.

Sementara itu, guru tetap hadir ke sekolah melakukan pengontrolan terhadap pembelajaran home learning ini dan membuat laporan pelaksanaannya.

Home learning dilaksanakan selama masa tanggap darurat, yakni mulai tanggal 21 Maret 2020 s.d. 02 April 2020. Selama masa itu, para siswa harus berada di rumah masing-masing dan tidak dibenarkan keluar rumah tanpa didampingi oleh orang tua. Selama pembelajaran dari rumah dilakukan, siswa-siswi menjadi tanggung jawab keluarga masing-masing.

Sementara itu, kebijakan Finger Print bagi guru dan pegawai tetap diberlakukan di MAN 1 Pasaman. Kepala Tata Usaha MAN 1 Pasaman, Yuhendri menjelaskan hal itu sebagai bukti fisik kehadiran ASN dalam menjalankan tugasnya.

reporter : Andri editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...