Danau Maninjau Dibahas Deputi Parekraf Kemenko Marves RI Bersama Pemkab Agam

parekraf
Agam, SuhaNews – Pengelolaan Danau Maninjau dibahas dalam rapat bersama antara Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kemenko Marves RI dengan Pemerintah Kabupaten Agam, Senin (10/5) di Mess Pemkab Agam Belakang Balok. 

“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari surat yang disampaikan Pemkab Agam kepada Kementerian Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), terkait pengelolaan Danau Maninjau,” ujar Sekretaris Deputi Parekraf, Rustam Efendi.

Danau Maninjau yang menjadi destinasi wisata Agam ini, belakangan diketahui tercemar oleh padatnya Keramba Jaring Apung (KJA).

Baca juga: Tertibkan KJA di Danau Maninjau: Bupati Agam akan Membangun Cable Car

Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jelas Rustam Efendi, untuk menemukan solusi yang konkret dalam pengelolan Danau Maninjau ini, sehingga dapat menciptakan danau sebagai destinasi pariwisata berkualitas.

“Apabila ketercemaran dapat diatasi, tentu berdampak kepada masyarakat terutama dalam meningkatkan perekonomian,” sebutnya.

parekrafRombongan Deputi Parekraf yang juga berasal dari Kementerian PUPR, Kementerian LHK, BPDAS Agam Kuantan dan beberapa OPD di Pemprov Sumbar ini, juga melihat secara langsung kondisi Danau Maninjau itu.

Menurut Rustam Efendi, Danau Maninjau dalam kondisi tercemar, airnya terlihat kotor dan berbau, bahkan danau juga tidak bisa dijadikan sebagai lokasi wahana air untuk wisatawan.

“Hasil rapat dan kondisi danau ini akan kita bahas khusus dalam rakor level lebih tinggi, supaya pemerintah pusat tidak mengambil keputusan berdasarkan perkiraan saja, tapi sesuai laporan dari kondisi di lapangan,” terangnya.

Bupati Agam mengatakan bahwa sejak dua bulan terakhir sudah dua Menteri yang mengunjungi Danau Maninjau, seperti Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Parekraf.

“Kini Kemenko Marves juga melakukan hal yang sama, dengan harapan percepatan penanganan Danau Maninjau dari ketercemaran dapat segera terwujud,” harapnya.

BACA JUGA  UIN Imam Bonjol Sosialisasikan PMB 2021 di Kemenag Bukittinggi

Dijelaskannya, pencemaran danau ini diakibatkan pakan ikan KJA yang telah menumpuk di dasar danau, bahkan jumlah KJA melebihi dari daya tampung Danau Maninjau itu sendiri.

“Mirisnya, KJA ini tidak terdata dan sebagian besar milik orang luar, sedangkan masyarakat lokal hanya sebagai pekerja. Setelah lebaran kita akan data dan tertibkan KJA ini,” katanya.

Apabila kondisi danau membaik, sebutnya, Pemkab Agam berencana membuat kereta gantung atau cable car dari Lawang Park ke Danau Maninjau, yang akan jadi icon di Kabupaten Agam. (*/We)

Baca juga: Menteri PPN : Danau Maninjau Dilematis, Jangan Sampai Tinggal Kenangan

Facebook Comments

loading...