Defriman Djafri: Kontak Langsung, Tenaga Kesehatan Rentan Terpapar Covid-19

SuhaNews – Banyaknya tenaga kesehatan yang terinfeksi covid-19 di Puskesmas Tarusan, Pesisisr Selatan dan Rumah Sakit di Padang Panjang memperlihatkan bahwa tenaga kesehatan  rentan terinveksi melalui jejaring kontak dengan pasien terpapar covid-19 ini. 

“Kasus Puskesmas Tarusan dan Rumah Sakit di Padang Panjang adalah pengalaman berharga dimana banyak terpapar covid-19 adalah tenaga kesehatan,” jelas Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat- FKM Unand, Defriman Djafri,SKM,MKM,PHD pada video conferen, Sabtu, 2 Mei 2020 sebagaimana dilansir dari semangatnews.com.

Defriman mengatakan, jejaring riwayat kontak berdasarkan pekerjaan justru terjadi pada tenaga kesehatan yakni 20,27 persen, menyusul Ibu Rumah Tangga-IRT, 16,22 persen. ASN dan TNI, Polri berada pada  urutan ke tiga dengan 13,51 persen.

Selanjutnya pedagang/pegawainya 12,84 persen. Mahasiswa dan pelajar 10 81 persen. Berdasarkan data ini, Defriman menyarankan agar tenaga kesehatan betul betul bekerja dan melayani pasien sesuai protap covid 19.

“Apapun bentuk keluhan pasien, harus ditangani berdasarkan protap covid 19”, ujar Defriman.

Dari 148 kasus yang dinyatakan positif covid 19 di Sumatera Barat (hingga 30 April2020, red), jelas Defriman  ternyata didominasi  oleh status kasus lokal dengan prosentase mencapai 79,73 persen, impor berada pada angka 12,16 persen dan tanpa keterangan 8,11 persen.

Vidcon dengan host Jonnedy Kambang (IJTI) diikuti sejumlah wartawan tv, online, radio dan cetak itu, Defriman membeberkan analisis timnya tentang riwayat pasien covid 19 di Sumbar.

Berdasarkan analisa pertanggal 30 April 2020, dengan jumlah pasien 148 yang positif, maka Padang berada pada urutan pertama dengan 66,89 persen. Menyusul Pesisir Selatan dengan 10,81 persen, sedangkan Bukittinggi dan Dharmasraya sama yakni 4,05 persen.

IMG 20200502 WA0059

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA  Mutasi di Polres Solok, Dua Kasat dan Tiga Kapolsek Diganti

 

Dari 148 kasus sampai per 30 April 2020 hal yang mengejutkan ternyata yang terpapar adalah  dominan pasien usia muda. Defriman merinci usia (20-29), 41persen, (30-39) dengan prosentase 14,86 persen. Sedangkan (40-49) dan (50-59) sama yakni 12,16 persen.

Sedangkan berdasarkan status  pasien; dirawat di berbagai Rumah Sakit 33,11 persen, isolasi di Bapelkes 10,81 persen dan isolasi di rumah (mandiri) 25 persen.

Menurut Defriman, isolasi mandiri/di rumah ini  baik, sepanjang benar benar disiplin.

“Yang kita khawatirkan tidak ada pengawasan, sehingga yang bersangkutan bisa keluar rumah, berbelanja, duduk di warung,” jelas Defriman.

Sebaliknya bila di karantina, kebanyakan pasien stress, kondisi stress ini memicu penyakit lain dan komplikasi. Padahal yang bersangkutan belum tentu positif hasilnya.

“Kuncinya disiplin, ikuti anjuran dokter dan pemerintah, maka sistem isolasi mandiri berhasil,” tambah Defriman.

Berbicara prosentase kematian dari kasus yang ada tercatat 10,14 persen dan sembuh 16,89 persen. Sisanya sedang proses perawatan. Berdasarkan jenis kelamin yang terpapar hingga 30 April, perempuan  54,05 persen dan laki laki 45,95 persen.

Berdasarkan pasien dirawat di Rumah Sakit, jelas Defriman, terbanyak di SPH 27,03 persen, menyusul  RSUP M.Jamil 20,27 persen dan Labor FK Unand 10,81 persen. Selebihnya menyebar di rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai rujukan pasien covid 19.

Editor: Wewe    Sumber: SemangatNews.com

Baca Juga:

Facebook Comments

Google News