Dengan Prokes Ketat, Jamaah Ikuti Salat Ied di Masjid Raya Simawang

Dengan Prokes Ketat, Jamaah Ikuti Salat Ied di Masjid Raya Simawang
Simawang, SuhaNews. Masyarakat Nagari Simawang kec. Rambatan kab. Tanah Datar melaksanakan Sholat Idul Fitri 1442 H di masjid Raya Simawang Kamis (13/05/21), Pelaksanaan sholat id tersebut diikuti dengan Prokes yang ketat sesuai dari anjuran pemerintah.

Khatib idul Fitri Ustad Jarudin,Ma.Phd yang juga putra nagari simawang mengatakan dalam tausiyahnya, Ada 6 perkara yang dirahasiakan Allah”,ujar Dosen STKIP itu

Pertama, keridhoan Allah dalam ketaatan para hamba-Nya. Mengapa Allah merahasiakannya? Agar manusia tetap bersungguh-sungguh dalam menjalankan setiap ketaatan dengan tidak meremehkan perbuatan taat apa pun, walaupun kecil dan sederhana. Sebab siapa tahu, ridho Allah berada dalam ketaatan kecil dan sederhana itu.

“Ridho Allah juga terletak pada ridho kepada orang tua.oleh sebab itu kewajiban anak terhadap orang tua nya dilakukan dengan cara berbakti dan berbuat baik kepada mereka, datangi mereka, penuhi kebutuhan hidupnya Perlakukan mereka dengan baik sebagaimana mereka memperlakukan kita diwaktu kecil, Momen terbaik itu ialah pada hari raya idul Fitri ini dengan selalu berkumpul bersilahturahmi, datangi mereka, peluk mereka, Minta didoakan kepada mereka, untuk melembutkan menuju jalan mendapatkan ridhonya Allah”,sebutnya.

Kedua,Allah menyembunyikan kemurkaan dalam perbuatan maksiat yang kita kerjakan yaitu dengan Meninggalkan segala yg diperintahkan oleh allah  seperti tidak sholat, tidak puasa kemudian Mengerjakan apa apa yg dilarang oleh Allah seperti  Berjudi, maksiat karena bisa jadi maksiat kecil itu Allah akan murka”,jelasnya

Untuk itu manusia tetap bersungguh-sungguh menghindari kemaksiatan. Mereka tak sepantasnya meremehkan perbuatan maksiat, walaupun kecil dan tak seberapa. Sebab, tidak ada yang tahu, murka Allah ada dalam kemaksiatan kecil dan tak seberapa itu”,imbuhnya

Ketiga, yakni malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Rahasia itu agar manusia senantiasa menghidupkan seluruh malam di bulan Ramadhan, terutama pada 10 malam terakhir, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tujuannya supaya keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan itu tidak terlewatkan. Bayangkan, pada malam itu, keutamaan ibadah sunah menandingi keutamaan ibadah fardhu. Menunaikan satu rakaat lebih baik dari seribu rakaat. Dan seterusnya.

BACA JUGA  Masjid Raya Sumani Kembali Dibuka Untuk Salat Jumat

Keempat, Allah menyembunyikan para wali, para orang baik diantara orang orang banyak Ini ditujukan supaya kita tidak sombong untuk hidup dimuka bumi.Kita tidak tahu siapa yg paling mulia Sebaik baik manusia adalah manusia yang selamat dari mulut dan perbuatannya,Mulut tidak seperti pisau yang tajam tetapi karena mulut kehidupan seseorang bisa hancur, oleh karena itu jaga perkataan jangan sekali-kali menggap rendah orang lain karena bisa saja orang itu lebih mulia Boleh jadi, orang yang dihina atau orang yang dimintai doa itu kekasih Allah yang maqbul doanya.

Kelima, kematian dalam kehidupan. Allah rahasiakan kematian agar manusia senantiasa mempersiapkannya, bukan melalaikan apalagi melupakannya. Tidak ada seorang pun yang diberitahu waktu, tempat, dan sebab kematian. Oleh karena tidak diketahui, mestinya manusia senantiasa siap dan mempersiapkannya. Di antaranya dengan lebih giat beribadah, menyegerakan taubat, dan meridai serta mensyukuri setiap pemberian Allah.

Hikmah lain dirahasiakannya kematian adalah merawat obsesi, keinginan, dan semangat hidup manusia. Bayangkan jika seseorang tahu waktu kematiannya sejak jauh-jauh hari, niscaya dia tak akan bergairah hidup, tak semangat bekerja, dan tak mau mencari dunia. Dia justru akan lebih banyak taat dan mendekatkan diri kepada Allah.Kita tidak tahu berapa banyak usia yang kita lalui maka dari itu Perbanyak lah amal ibadah, Tinggal kan semua perbuatan maksiat dan Perbanyak beriktifar dan minta ampun”,pungkasnya

Keenam, Allah menyembunyikan sholat yg lebih utama dalam sholat 5 waktu
Tentu bila kita Istiqomah dalam mendirikan sholat sementara
Sunnah yg diajarkan Rasulullah SAW yaitu melaksanakan sholat diawal waktu dimasjid,dan dilaksanakan secara berjamaah.

Karena mendirikan sholat itu bukan ayah saja tapi juga mengajak anak dan istri untuk sholat karena sholat adalah tiang agama, Ayah sebagai panutan, bagaimana anak akan sholat ketika ayah sebagai pemimpin tidak melaksanakan sholat”,tutupnya

BACA JUGA  TP PKK Tanah Datar Bezuk Rinaldo, Penderita Hidrosefalus yang Meninggal Dunia

Diakhir khutbah ustad Jarudin menyampaikan Selamat merayakan Aidil Fitri 1442 H kepada jamaah dinagari simawang dan berharap pandemi yang melanda dunia selama setahun akan segera berakhir.

Reporter : Dedi editor : Moentjak

Berita Terkait :SURAL nurul Iman Talago Pulai Nagari Simawang Kembali MENGGELIAT

Facebook Comments

loading...