Dibranding dan Dibesarkan “Rumah Kemasan” Krang Keju Mahya Laku di Pasaran

rumah
SuhaNews– RINI NOFIAYANTI pemilik usaha rumah tangga makanan ringan Krang Keju Mahya bersenang hati. Packaging yang didisain di Rumah Kemasan makin menarik dan eksklusif.

Cemilan dengan komposisi keju, garam, tepung dan telur ini, jadi naik level lantaran layout standing pouch-nya tampak setara dengan produk ternama.

Alhasil, pemasaran Krang Keju Mahya terus meningkat. Rini pun makin percaya diri memasarkan produknya di berbagai tempat.

Pentingnya disain kemasan, disadari ibu empat anak itu setelah mengikuti sejumlah pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperdakop UKM) maupun pihak lain.

“Filosofi disain itu penting. Branding itu penting agar suatu produk dapat menarik dan melekat di benak konsumen,” sebutnya kepada Kominfo, Selasa (2/3).

Rini mengaku, Rumah Kemasan di bawah Disperdakop UKM sangat berperan membesarkan produknya. Hal itu berawal dari anjuran temannya agar membuat kemasan di Rumah Kemasan, karena tergolong murah dan diberikan layanan disain produk secara gratis.

“Cemilan keju Mahya ini awal produksinya Desember 2019. Sekitar Januari di 2020 sambutan pasar lewat FP Padang Panjang Online dan Whatsapp, Alhamdulillah cukup baik. Kemasan masih biasa saja, dari plastik tebal. Atas anjuran seorang teman, saya meminta dibuatkan disain dan mencetak kemasan di Rumah Kemasan. Saya dibuatkan bentuk disain dan juga disarankan mengurus izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) agar terdaftar sebagai UKM di Perindag,” katanya.

Seiring waktu berjalan, Rini terus belajar dan mengembangkan usahanya. Rini merasa disain keju Mahya perlu diperbagus lagi. Setelah berkonsultasi untuk ketiga kalinya, di pertengahan Februari 2021 bersama M. Arif, disainer produk di Rumah Kemasan, akhirnya Rini merasa puas dengan layout terbaru. Terbukti, Krang Keju Mahya makin dikenal dan produksi terus meningkat. Apalagi saat ini Rumah Kemasan turut melayani foto dan video produk.

BACA JUGA  Sawahlunto Himbau Warga Yang Datang Dari Zona Merah dan Hitam Ikuti SWAB Test

M. Arif menjelaskan layout kemasan Krang Keju Mahya menggunakan warna broken yellow dengan campuran oranye disertai gambaran keju dan krang di dalam lingkaranya. “Broken yellow menggambarkan warna dari keju, diberikan texture bolong-bolong dalam disain agar memperkuat persepsi, terlihat seperti keju,” katanya.

Sementara itu, dari logo dan pemilihan font, lanjut M. Arif, diberikan ilustrasi keju dan krang yang ada di dalam lingkaran. “Ini diartikan sebagai penggabungan keju dan bentuk dari si kerang keju Mahya tersebut. Font yang dihadirkan menggunakan jenis font san serif agar lebih mendapatkan kesan kokoh dari text Krang Keju Mahya tersebut,” paparnya.

Tagline juga dihadirkan dalam kemasan untuk menambah ketertarikan audiens dengan tagline “ngeju banget”.

“Tagline dihadirkan agar lebih mempertegas bahwa keju Mahya asli kejuny , terasa kejunya. Dan lebih mempertegas serta pemakaian bahan keju yang tidak nanggung nanggung. Dont design for brand, design for people interacting with brand,” tuturnya.

Kadis Perdakop UKM, melalui Kasi Promosi dan Pemasaran, Azani Maizuar, S.IP, M.I.Kom menyampaikan, ada sekitar 500 UKM yang terdaftar di Disperdakop UKM. Saat ini, ada sekitar 100 sampai 200 UKM yang menggunakan layanan Rumah Kemasan setiap tahun.

“Kita melayani kisaran 100 sampai 200 UKM setiap tahun. Selain melayani pembuatan disain secara gratis, terbaru kita melayani foto produk dan video produk secara gratis. Melibatkan mahasiswa ISI jurusan Disain Komunikasi Visual yang magang di sini. Produk mereka turut kita promosikan di media sosial,” ujarnya.

Dikatakan Azan, retribusi dikenakan hanya pada cetakan. “Diantaranya Vaccum Sealer dan Continuos Sealer Rp 500/kemasan, cetak Spanduk Rp. 20.000/meter dan cetak sticker label kemasan label kemasan 60-70 cm Rp. 40.000, meter. Untuk lebih jelasnya, bisa kunjungi kami di Sentra Jajanan dan Kenang-kenangan (Senja Kenangan) di Bukit Surungan,” pungkasnya. Rel

BACA JUGA  Hilang Saat Mencari Pinang, Pasmawati Belum Ditemukan

Baca juga :

Facebook Comments

loading...