Difasilitasi Pemko Padang Panjang, Viona Wujudkan Mimpi di Negeri Sakura

padang
Padang Panjang, SuhaNews — Viona Nurul Adha (26) menjadi yang pertama mrngikuti program belajar dan bekerja di Jepang melalui palatihan dari Pemerintah Kota Padang Panjang yang difasilitasi DPMPTSP. 

Viona, warga Silaing Atas, Kecamatan Padang Panjang Barat yang juga lulusan S1 Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Padang (UNP), sudah lebih kurang tiga bulan berada di Jepang. Sebelumnya juga dilepas langsung oleh Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano pada Mei lalu.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi dan Investor dari Jepang Jajaki Kerjasama

Kepada Kominfo, Viona mengatakan, dirinya stay di Jepang selama tiga tahun. Saat ini ia sedang bersekolah untuk menjalankan program JLNP (Japanese Language Proviciency Test) level N2 atau Nihongo Nouryoku Shiken. Dengan kata lain persiapan untuk berbahasa Jepang dengan matang.

Tak hanya bersekolah, saat ini di Jepang Viona juga bekerja part time sebagai seorang perawat lansia yang dikenal dengan sebutan Kaigo di salah satu rumah sakit di Jepang.

Selama bersekolah di Jepang, ada perbedaan yang dialami viona dengan saat bersekolah di Indonesia. Banyak adaptasi yang harus disesuaikan Viona. Salah satunya kedisiplinan yang mewajibkan murid harus tepat waktu. Viona harus datang 30 menit lebih awal sebelum jam masuk dan tidak ada kata terlambat.

Sampai saat ini, baik di sekolah maupun di luar sekolah, Viona mengaku sudah banyak mempunyai teman dari negara lain. Seperti Malaysia, Vietnam, China dan Nepal, yang bisa dimaanfaatkan Viona untuk bertukar pikiran atau cerita tentang negaranya masing-masing.

Dari segi makanan pun, Viona mengatakan makanan di Jepang kebanyakan cenderung manis. Sebagai orang Minang, Viona merasa sedikit ada kurang saat makan siang tanpa cabai.

BACA JUGA  Jaga Kestabilan Minyak Goreng, Pemko Padang Gelar Rakor

“Saya rindu Randang, gulai terutama masakan mama di rumah dan nasi goreng masakan papa. Satu lagi, saya sangat rindu dengan jajan pentol yang sering saya beli di Pasar Pusat Padang Panjang,” ungkapnya.

Lebih kurang tiga bulan berada di Jepang, masih panjang waktu yang harus dijalani Viona untuk mewujudkan mimpi dan membanggakan orang tua dan juga membawa nama baik Kota Padang Panjang.

Saat ini, Viona berharap setelah mengikuti program belajar, ia bisa lulus JLPT N2 dan bisa melanjutkan ke jenjang S2 dengan mencari beasiswa di universitas yang ada di Jepang.

Sementara itu, Viona juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang Panjang terutama kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang bekerja sama dengan LPK Yakuri yang sudah menjembatani dirinya untuk bisa sampai ke negeri Sakura.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada wali kota yang telah memberi kesempatan kepada dirinya dan mengarahkan bantuan kepada dinas terkait. Sehingga dirinya bisa belajar dan bekerja di salah satu negara impiannya.

“Sebelum saya berangkat ke Jepang dulu, banyak nasehat yang disampaikan Bapak Wali Kota kepada saya secara langsung. Dan, nasehat itu akan saya ingat sampai kapan pun,” tutupnya. Rel

Baca juga:

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakGubernur Sumbar Siap Bangun Jalan Alternatif Sungai Batang-Malalak
Artikulli tjetërPemindahtanganan BMD, KPK Rakor Bersama Wako dan Bupati Solok