Diinisiasi TP-PKK Padang Pariaman, Ibnu Siswa SLB Kini Bisa Mendengar

Padang Pariaman, SuhNews | Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman menjadi inisiasi pengumpulan donasi untuk membantu Ibnu (17), seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Qalbu, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau mendapatkan alat bantu pendengaran.

“Ibnu yang memiliki keterbatasan pendengaran sejak lahir, kini mulai mengenal dunia suara melalui alat bantu dengar yang diserahkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H Jumat (3/7/2026).

Baca juga: Kapolda Sumbar Resmikan GOR dan Groundbreaking Asrama SLB Kemala Bhayangkari di Lintau

Bantuan tersebut, jelas Bupati, bukan berasal dari anggaran pemerintah daerah, melainkan hasil gotong royong, donasi, dan kepedulian berbagai pihak yang diinisiasi oleh TP-PKK.

Bantuan ini, tambah John Kenedy Azis, menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak penyandang disabilitas.

“Hari ini kami menyerahkan alat bantu dengar kepada salah satu anak kita, Ibnu, yang berusia 17 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis THT, ternyata pendengarannya masih dapat dibantu melalui penggunaan alat bantu dengar. Insya Allah dengan alat ini, Ibnu dapat kembali mendengar dan berkomunikasi dengan masyarakat,” ujar Bupati.

Tidak ada dana APBD yang digunakan. Semuanya merupakan hasil gotong royong, donasi, dan iuran bersama.

“Terima kasih kepada Ketua TP-PKK, dokter spesialis THT, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi,” kata John Kenedy Azis.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, menjelaskan bahwa gagasan membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran berawal dari pengalaman mendampingi seorang anak bernama Udin.

Sejak lahir, keluarga Udin meyakini bahwa anak tersebut mengalami ketulian total. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis THT, diketahui masih terdapat sisa pendengaran yang dapat dioptimalkan melalui alat bantu dengar.

BACA JUGA  Kualifikasi Piala Dunia: Malam Ini, Timnas Indonesia Optimis Atasi Bahrain

“Ketika pertama kali menggunakan alat bantu dengar, suara pertama yang didengar Udin adalah suara ayam berkokok. Saat itu dia sampai meneteskan air mata karena terharu. Dari pengalaman itulah saya berpikir, mungkin masih banyak anak-anak lain yang mengalami kondisi serupa,” ungkap Nita.

Berangkat dari pengalaman tersebut, TP-PKK kemudian menggandeng dokter spesialis THT untuk melakukan pemeriksaan terhadap siswa-siswa di SLB Mutiara Qalbu. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat tiga siswa yang masih memiliki potensi pendengaran dan dapat dibantu melalui penggunaan alat bantu dengar.

“Dari hasil pemeriksaan, kami memprioritaskan Ibnu karena usianya sudah 17 tahun. Sangat disayangkan waktu yang telah terlewat begitu lama. Padahal setelah diperiksa, ternyata pendengarannya masih bisa dibantu,” jelasnya.

Nita berharap kisah Ibnu dapat menjadi inspirasi bagi para orang tua agar tidak langsung menyimpulkan bahwa seorang anak mengalami ketulian permanen tanpa pemeriksaan medis yang menyeluruh.

“Banyak orang tua yang sejak awal menerima bahwa anaknya tidak bisa mendengar, lalu tidak pernah memeriksakan kembali. Padahal mungkin masih ada harapan melalui alat bantu dengar. Kami ingin gerakan kecil ini menjadi inspirasi agar daerah lain juga melakukan hal yang sama di sekolah-sekolah luar biasa,” katanya.

Ia menambahkan, perjalanan Ibnu belum berhenti pada penggunaan alat bantu dengar. Tahap berikutnya adalah terapi wicara untuk membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.

“Karena selama ini Ibnu tidak pernah mendengar suara manusia, kemampuan bicaranya juga belum berkembang. Tahap selanjutnya adalah terapi wicara agar ia dapat belajar berbicara dan berinteraksi dengan lingkungannya,” ujarnya.

Pengadaan alat bantu dengar bagi Ibnu berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu hingga dua pekan melalui penggalangan donasi yang dilakukan TP-PKK bersama para dermawan.

BACA JUGA  PKK Kabupaten Solok Launching Pos Gizi Tokcer Nagari Sulit Air

Penyerahan bantuan yang berlangsung di lingkungan SLB Mutiara Qalbu itu disaksikan jajaran Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, TP-PKK, tenaga kesehatan, guru, orang tua siswa, serta masyarakat setempat.

Baca juga: Letakan Batu Pertama GOR SLB YKB, Bupati Eka Putra Motivasi Guru dan Siswa

Facebook Comments

Google News