Dilalui Mobil Bertonase Berat, Jalan Nasional di Payakumbuh Rusak

nasional
Jalan Nasional di Payakumbuh rusak
Payakumbuh, SuhaNews – Jalan Nasional yang ada di Payakumbuh rusak dan berlubang akibat dilalui kendaraan bermuatan berat dan melebihi tonase yang ditetapkan. 

“Ini bagian jalan Nasional, sehingga tidak bisa diperbaki melalui dana APBD,” jelas Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi.

Salah satu jalan yang dimaksud adalah Jalan KH. Ahmad Dahlan yang melintasi Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Setiap tahun jalan ini mengalami kerusakan akibat dilewati oleh mobil bertonase berat, bahkan ada juga yang melebihi tonase, sehingga tidak sedikit lubang yang tercipta di sana.

Wewenang dan tanggung jawab terhadap jalan di Payakumbuh tak hanya dimiliki oleh Pemko saja, ada jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Jalan itu bukan wewenang Pemko Payakumbuh untuk memperbaikinya. Secara aturan jalan itu tidak bisa diperbaiki melalui APBD Kota Payakumbuh, karena akan menjadi temuan oleh BPK,” jelas Wali Kota Riza Falepi, Rabu (3/2).

Jalan ini, akunya, setiap tahun rusak karena pondasinya tidak stabil. Sebaiknya diusahakan dicor.

“Kita sudah konsultasi ke Balai Jalan sebagai perwakilan pengelola jalan nasional, kemudian kita lanjut ke Jakarta berkonsultasi ke Kementerian PUPR dan Komisi 5 DPR RI terkait penganggarannya,” kata Riza Falepi didampingi Kadis PUPR Muslim.

Lulusan S2 ITB ini mengatakan jika jalan itu harusnya dicor sepanjang kurang lebih 500 sampai 600 meter, sehingga tak perlu lagi setiap tahun memperbaikinya.

“Kalau kembali diaspal, belum masuk masa perbaikan tahunannya,  jalan itu sudah rusak lagi. Sementara kendaraan yang lewat banyak melebihi tonasenya, terkesan ada pembiaran.

“Ppihak berwajib tperlu urun tangan mengawasi mobil yang lewat, sementara Pemko tak bisa melarang mobil lewat. Berbagi tugaslah kita menyelesaikan persoalan seperti ini,” kata Riza.

BACA JUGA  Walikota Pariaman, Genius Umar Serahkan Bantuan dari Baznas kepada Mustahik

“Ini jalan nasional, jangan samakan dengan jalan provinsi. Kita akui kalau jalan provinsi anggarannya terbatas, namun kalau jalan nasional anggarannya ada, tapi memang setiap tahun jalan nasional ini mengalami kerusakan,” kata Riza.

Petugas Dinas PUPR Kota Payakumbuh menimbun lubang di jalan negara itu pada, Selasa (2/2) sore. Saat ditanya kepada Riza dirinya menyampaikan hal itu dilakukannya karena tak ingin lepas tangan dengan kondisi itu.

“Kita mencoba membantu dengan berswadaya, kita bantu timbun sementara untuk meminimalisir kecelakaan, dan itu tak mungkin bertahan lama karena mobil yang lewat besar-besar,” ungkapnya.

Riza memaparkan, ruas jalan yang menghubungkan Bukittinggi-Pangkalan itu sekali tender perbaikan tidak hanya untuk satu titik saja, tetapi banyak titik.

“Kita saja mungkin yang tidak sabaran, kalau tak sabar juga dan terus mengomel. Sama saja ngomel kepada Presiden, sedangkan saya selaku Wali Kota sudah mengusahakan perbaikannya ke pusat,” kata Riza.

Riza berharap masyarakat dapat cerdas dalam menyikapi persoalan jalan, mana yang jadi wewenang pemerintah kota, mana jalan provinsi, dan nasional. Semua itu tentu sudah ada penanggung jawab yang merawat dan mengurusnya.

“Kalau provinsi diurus oleh Kadis PU provinsi bersama penanggung jawab tertingginya gubernur, kalau jalan nasional yang bertanggung jawab adalah menteri PUPR sebagai bagian Kabinet Presiden, pengurusannya diwakili balai jalan. Untuk jalan nasional di Sumbar, kantor balainya di Padang,” kata Riza.

Sementara, Kadis PUPR Muslim mengatakan bahwa Pemko payakumbuh, melalui Dinas PUPR telah menginformasikan dan mengusulkan agar dilakukan perbaikan segera.

“Sudah direspon Balai Jalan dan sekarang sedang proses tender,” jelas Muslim. (*/Wewe)

Baca juga:

Facebook Comments

loading...