Bukittinggi, SuhaNews – Sehari sebelum merayakan kemerdekaan RI yang ke 80 MAN 2 Kota Bukittinggi kedatangan tamu Istimewa dari jajaran Kementerian Agama RI pusat. Dr. Abdul Basit, S.Ag., M.M. Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia mengunjungi MAN 2 kota Bukittinggi, Sabtu (16/08/25)
dalam rangka memberikan bimbingan dan arahan dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran mendalam. Kedatangan beliau ke MAN 2 Kota Bukittinggi didampingi oleh Aldi Heko Putra Kasi Penmad Kantor Kementerian Agama kota Bukittinggi.
Amri J, Kepala MAN 2 kota Bukittinggi menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Kemenag RI di MAN 2 Bukittinggi.
‘’Selamat datang kepada bapak di kampus MAN 2 kota Bukittinggi, kami berharap kedepannya bapak sering ke MAN 2 kota Bukittinggi. Dapat kami laporkan kepada bapak, saat ini siswa kami berjumlah 1.016 siswa, berdasarkan data tersebut siswa kami yang berasal dari kota Bukittinggi hanya 12% sebanyak 88 % berasal dari luar kota Bukittinggi bahkan dari beberapa provinsi tetangga seperti Sumut, Jambi, Bengkulu, Riau dan Kepri.
Saat ini siswa kami sebanyak 575 siswa tinggal di kost sekitar madrasah, 319 dengan orangtua, 94 siswa di asrama dan 28 siswa di masjid atau mushala. Kami juga mempunyai asrama peninggalan PGAN Putri tahun 1962 dan saat ini kami poles dan renovasi bagian yang rusak sehingga masih bisa ditempati.’’Ungkapnya.
Aldi Heko Putra dalam pertemuan tersebut mewakili Kankemenag kota Bukittinggi menyampaikan bahwa MAN 2 kota Bukittinggi semakin menunjukan eksistensinya. Berdasarkan data kelulusan tahun 2025 hanya 1 siswa yang tidak mendapatkan bangku Perguruan Tinggi Negeri. Hal ini terwujud berkat Kerjasama antara madrasah dan orangtua sehingga mampu menyukseskan pendidikan di madrasah ini.
Pada pertemuan tersebut Abdul Basit berpesan guru harus jadi garda terdepan dalam menanamkan rasa cinta dalam Pendidikan. Salah satu alasan Kurikulum Berbasis Cinta ini lahir adalah karena semakin banyaknya muncul kasus intoleran dan kekerasan.
‘’ Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah pendekatan pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai kasih sayang, kemanusiaan, dan spiritualitas dalam proses pembelajaran. KBC bertujuan untuk menciptakan individu yang humanis, nasionalis, naturalis, dan toleran, serta menjadikan cinta sebagai landasan hidup dan pembelajaran. Kurikulum ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, dan perhatian terhadap aspek sosial-emosional. ‘’Paparnya.
‘’Guru harus mencegah terjadinya Bullying yang semakin marak terjadi, maka jawabannya adalah tanamkan rasa cinta kasih sehingga siswa akan selalu berpikir positif dalam memandang suatu permasalahan. Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada titik temu antarumat manusia, bukan perbedaan.
Menteri Agama bapak Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa , KBC lahir dari kegelisahan terhadap berbagai krisis kemanusiaan yang terus berulang. Beliau meyakini pendidikan adalah pintu masuk untuk perubahan sosial yang lebih mendalam dan tahan lama. Oleh karena itu harapan tersebut tertumpang kepada bapak ibu guru yang langsung berada di lapangan berhadapan dengan siswa. Kenali siswa, lihat masalahnya dan lakukan pendekatan personal sehingga tidak ada siswa merasa sendiri.’’Harapnya. (Yuli/Syafrial)
Berita Terkait :



Facebook Comments