SuhaNews — Kabupaten Solok kembali dihebohkan dengan dua kasus penemuan bayi yang terjadi dalam waktu berdekatan pada bulan suci Ramadhan 1447 H tahun 2026.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan masyarakat karena dinilai menjadi tanda adanya persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama.
Kasus pertama terjadi pada Kamis (5/3/2026), ketika seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi telantar di ladang kawasan Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok.
Sementara kasus kedua terjadi pada Selasa (10/3/2026) ketika warga menemukan seorang bayi laki-laki di wilayah Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak yang kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Singkarak.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Solok Muhammad Zaki, yang juga menjabat Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Solok serta pendiri dan pengurus Yayasan Peduli Solok Raya, menyampaikan keprihatinan mendalam.
Menurutnya, dua kasus penemuan bayi yang terjadi dalam waktu berdekatan, terlebih di bulan suci Ramadhan, harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat.
“Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan. Dua kasus penemuan bayi yang terjadi dalam waktu berdekatan di Kabupaten Solok, apalagi di bulan suci Ramadhan, harus menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih memperhatikan pembinaan moral, keluarga, serta generasi muda,” ujarnya.
Zaki menegaskan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh hanya dianggap sebagai peristiwa biasa, melainkan alarm sosial bagi masyarakat untuk memperkuat kembali peran keluarga, adat, dan agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama ninik mamak, ulama, mubaligh, tokoh masyarakat, serta para orang tua, untuk lebih aktif dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap generasi muda di nagari masing-masing.
“Sebagai daerah yang menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, tentu kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai adat dan agama agar tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Zaki juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membimbing anak-anak dan remaja agar tidak terjerumus pada pergaulan yang dapat merusak masa depan. kasus kasus
“Peran orang tua sangat penting. Anak-anak dan generasi muda harus dibimbing dengan nilai-nilai agama dan akhlak yang baik agar kejadian yang menyayat hati seperti ini tidak kembali terulang,” tambahnya.
Senada dengan itu, Tengku Yulidurrahman, Pengasuh Pondok Pesantren Jabal Rahmah yang juga menjabat Rais Syuriah NU Kabupaten Solok serta Ketua Forum Komunikasi Pondok-Pondok Pesantren Kabupaten Solok, turut menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut.
Ia menilai penguatan pendidikan agama, pembinaan keluarga, serta perhatian terhadap generasi muda harus terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Peran orang tua, ulama, ninik mamak, serta seluruh tokoh masyarakat sangat penting dalam menjaga generasi muda agar tetap berada dalam jalan yang benar,” ujarnya.
Zaki pun berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk semakin memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak dan generasi muda kita agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi di Kabupaten Solok,” terang Zaki kepada awak media, Selasa (10/3) di Arosuka, Kabupaten Solok. (Red)
Baca Juga:
- Sambut Ramadhan, PCNU kabupaten Solok Bantu Tambal jalan menuju Musala di Batu Palano Selayo
- Muhammad Zaky, Nahkodai PCNU Kabupaten Solok Masa Khidmat 2026-2031
- Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar Lantik PCNU Kabupaten Solok
- BPKH Bersama NU CARE-LAZISNU Salurkan Bantuan untuk Pesantren Terdampak Bencana di Kabupaten Solok



Facebook Comments