Era New Normal, Pelanggar Protokol Kesehatan Akan Diberi Sanksi

pelan
Suharso Monoarfa
SuhaNews – Menteri PPN dan Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa membeberkan tata cara new normal yang akan diterapkan di Indonesia bila pemerintah telah resmi melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Bappenas tengah mengkaji tata cara kehidupan new normal tersebut.

Dalam tata cara new normal ini, masyarakat diminta untuk tetap menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta menghindari kerumunan atau tempat ramai.

“Pemerintah juga akan membentuk tim kebersihan khusus, panduan bekerja dari rumah dan pembatasan di tempat kerja, pemberlakuan pelacakan riwayat perjalanan dan kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, termasuk penyediaan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di area publik,” terang Suharso di Jakarta, Minggu (24/5/2020).

Dia melanjutkan, dalam penerapan new normal ke depan, pemerintah akan menerapkan sanksi berupa denda terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

pelan
Wajib pakai masker

Hal ini merujuk pada Singapura yang memberikan denda sebesar 300 dolar Singapura bagi pelanggaran pertama, 1.000 dolar Singapura pada pelanggaran kedua, dan sanksi yang akan dibawa ke persidangan pada pelanggaran ketiga.

“Semua harus tetap disiplin dan ketat. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran protokol kesehatan,” katanya.

Dia menyatakan pemerintah tengah bersiap membuka atau melonggarkan penerapan PSBB di 124 kabupaten dan kota.

“Pelonggaran PSBB di 124 kabupaten dan kota tersebut dilakukan setelah dinilai aman dari penularan virus corona,” pungkasnya.

Editor: Wewe     Sumber: sindonews.com

Baca Juga:

Facebook Comments

BACA JUGA  OTG Sembuh, Pasaman Bebas Covid-19
loading...
Artikel sebelumyaDiduga Karena Cinta, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri
Artikel berikutnyaWarganya Positif Covid-19, Kompleks Perumahan PLTU Ombilin Diisolasi