Koto Baru, SuhaNews – Pada focus group discussion (FGD) pelayanan haji yang digelar oleh Kantor Kemenag kabupaten Solok, Jumat (11/11) di aula Hubbul Wathan dan dihadiri oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama R.I Saiful Mujab, pengurangan kuota 2022 dan batas usia jadi bahasan hangat.
Ikut bersama Direktur PHDN ini Haryanto, Kasubdit Advokasi Haji pada Direktorat Bina Haji Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag R.I, Kepala Kanwil Kementerian Agama propinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kabid PHU H. Ramza HUsmen, Kepala UPT Asrama Haji Padang, Bupati Solok yang diwakili Kabag Kesra.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli dalam laporannya menyampaikan bahwa dari 14 kecamatan yang ada, setiap tahunnya jumlah jamaah haji yang berangkat rata-rata 150 sampai 200 orang (kondisi sebelum covid), sedangkan untuk pendaftaran sekarang estimasi keberangkatannya tahun 2048 mendatang
H. Zulkifli berharap dengan adanya kunjungan Direktur dan Kasubdit dapat menyerap aspirasi masyarakat terkait kondisi penyelenggaraan ibadah haji oleh Kementerian Agama.
Kasubdit Advokasi Haji Dirjen PHU Haryanto menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan pada jamaah maupun calon jamaah mulai sejak pendaftaran, persiapan keberangkatan, selama pelaksanaan ibadah haji sampai kembali ke tanah air.
“Semua keluhan dan masukan yang disampaikan oleh jamaah dirangkum untuk kemudian dibahas menjadi masukan untuk penyelenggaraan tahun berikutnya,” sebut Haryanto.
Disampaikan juga, masukan paling banyak adalah masalah pengurangan kuota serta pembatasan usia yang diberlakukan pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2022 ini.
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama R.I Saiful Mujab dalam paparannya menyampaikan bahwa pengurangan kuota dan pembatasan usia jamaah adalah kewenangan pemerintah Arab Saudi melalui Menteri Haji, sedangkan daftar tunggu setiap propinsi berbeda.
“Dengan program manasik sepanjang tahun kita berharap calon jamaah lebih siap untuk diberangkatkan ke tanh suci, mengingat sudah dua tahun tertunda ditambah lagi pada tahun 2022 ini cuma berangkat separoh dari kuota sebelumnya,” sebut Saiful.
Untuk itu Saiful berharap Kemenag melalui seksi Penyelenggara Haji dan Umrah serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) terus melalui pendampingan dan pembinaan calon jamaah haji termasuk mensosialisasikan informasi terbaru terkait pengelolaan haji kepada masyarakat terutama calon jamaah yang akan berangkat maupun yang telah memiliki nomor porsi.

Usai paparan oleh Direktur PHDN, moderator membuka sesi tanya jawab yang diikuti oleh Penguru IPHI Kabupaten Solok, Pembimbing Ibadah Haji Bersertifikat, Kepala KUA, ASN Kantor Kemenag dan perwakilan calon jamaah. Fendi
Berita Terkait :
- Rangkayo Harmain, Biro Umrah Pertama Berkantor Pusat di Solok
- Arab Saudi Bidik 15 Juta Jemaah Umrah RI, LaNyalla Minta Pengawasan Diperketat
FGD FGD FGD FGD



Facebook Comments