Guru SD Kota Solok Terkonfirmasi Covid-19, Sudah 7 Orang Positif

solok
Solok, SuhaNews – Kasus terkonfirmasi covidd-19 (positif) Kota Solok kembali bertambah pada Sabtu (25/7/2020). Dengan demikian sudah 7 orang terkonfirmasi covid-19 di Kota Solok.

“Hari ini ada penambahan terkonfirmasi covid-19 satu orang,” ujar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Solok Drs. H. Syaiful A., M.Si., Sabtu (25/07) di Solok.

Tim Gugus Tugas Kota Solok, jelas Syaiful, sudah melakukan pengambilan swab test sebanyak 243 orang yang terdiri dari ASN dan masyarakat, pada Selasa, 21 Juli dan Rabu 22 Juli 2020 di Posko COVID-19 Banda Panduang.

“Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas terhadap keseluruhan sampel yang dikirim, ada 1 (satu) orang dinyatakan positif” jelas Syaiful.

Begitu mendapatkan hasil labor tersebut, jelas Syaiful, tim surveilans melakukan tracing terhadap pasien 07 inisial YN usia 39 tahun, berjenis kelamin perempuan.

“YN berprofesi seorang guru SD 01 Tanjung Paku, dan tinggal di Tembok, Kelurahan Nan Balimo,” jelas Syaiful.

Sekalipun berita ini tidak menggembirakan, jelas Syaiful, karena masih masih ada indikasi Covid-19 di Kota Solok. Namun dengan masifnya upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan swab tes, diharapkan bisa mengetahui lebih dini penyebaran covid-19.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada. Jangan menganggap bahwa dengan telah bebasnya beraktivitas, seakan virus corona juga tidak ada lagi,” tambah Syaiful.

Dengan kembalinya beraktivitas, jelas Syaiful, protokol kesehatan harus tetap diperhatikan.

“Tetaplah melaksanakan protokol kesehatan,” tegas Syaiful.

Jaga jarak aman dengan orang lain, selalu pakai masker jika sedang beraktivitas, cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer setiap saat, hindari kerumunan jika tidak penting, selalu berdoa agar Covid19 segera berlalu.

“Saat  berbelanja kuliner, perhatikan penjualnya, apakah mematuhi protokol kesehatan atau tidak,” jelas Syaiful, yang juga Sekdako Solok ini.

Penjual makanan yang sifatnya terbuka, seperti rumah makan, kafe-kafe dan lain-lain, urai Syaiful,  wajib pakai masker dan tidak bicara di depan makanan tersebut.

“Kita berhak menegur dan mengingatkan pelayan dan pemilik rumah makan agar memakai masker dengan benar,” kata Syaiful.

Diakuinya, masih banyak pelayan makanan memakai masker hanya sampai dagu. Mereka masih berbicara di depan makanan.

“Sebaiknya saling mengingatkan demi kesehatan semua,” ujar Syaiful.

Tetaplah jaga kesehatan, beber Syaiful. Konsisten dan disiplinlah dalam  mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Mari kita melakukan adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif aman Covid-19 dengan saling mengingatkan,” tambah Syaiful

Reporter: Dedi   Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...