SOLOK – Bakal Calon (Balon) Bupati Solok dari jalur perseorangan (independen), Hendra Saputra-Mahyuzil Rahmat menyerahkan bukti dukungan sebanyak 22.985 dukungan KTP baru, untuk melengkapi 18.142 dukungan yang disayaratkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok.
“Alhamdulillah kita bisa memenuhi persyaratan sesuai dokumen B.1 KWK,” jelas Hendra Saputra.
Sebelumnya pasangan ‘RAMAH’ ini diberi kesempatan untuk memenuhi berkas dukungan selama tiga hari, 25-27 Juli. Tim KPU Kabupaten Solok melakukan pengecekan bukti dukungan baru tersebut, 27 dan 28 Juli 2020. Sebanyak 20.754 dukungan diterima. Pasangan ini mampu memenuhi persyaratan yang diminta KPU.
“KPU Kabupaten Solok akan segera melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual,” ujar Ketua KPU Kabupaten Solok, Ir. Gadis, M.Si.
Pasangan Hendra Saputra-Mahyuzil Rahmat menyampaikan syarat dukungan perbaikan sebanyak 22.985 dukungan. Setelah dilakukan pengecekan antara B.1 KWK Perseorangan dengan B.1.1 KWK perseorangan.

“Dokumen yang dinyatakan lengkap adalah sebanyak 20.754,” jelas Gadis.
Setelah verifikasi faktual, pasangan RAMAH ini harus memenuhi persyaratan dukungan (KTP) sebanyak 19.375 dukungan. Dalam waktu yang sudah ditetapkan, pasangan ini bisa memenuhi persyaratan tersebut, bahkan melebihi dari jumlah dipersyaratkan.
“KPU Kabupaten Solok melakukan Verifikasi Administrasi syarat dukungan dimulai 29 Juli hingga 4 Agustus 2020,” ujar Gadis.
Hendra Saputra yang dihubungi menyatakan akan mengikuti setiap tahapan. Ia optimis lolos dari proses verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.
“Hanya sedikit yang berubah pikiran dalam memberikan dukungan,” jelas Hendra Saputra.
Sejak awal, jelas Hendra-Mahyuzil, pihaknya sudah mempersiapkan hal itu. Dari dari 25.327 dukungan yang diserahkan ke KPU, hanya 3.150 orang yang berubah pikiran. Ini hal yang biasa dalam demokrasi.
“Sebanyak 5.834 orang yang tak bisa ditemui verifikator KPU, itu tentu di luar kemampuan kita,” jelas Hendra Saputra.
Bakal Calon (Balon) Bupati-Wakil Bupati Solok, Hendra Saputra-Mahyuzil menjadi pasangan satu-satunya dari jalur perseorangan, (non partai). Sementara balon lainnya seperti Epyardi Asda, Desra Ediwan Anantanur, Nofi Candra juga masih berjuang mendapatkan dukungan partai.
Balon Bupati Solok yang maju dari jalur partai pun masih berharap rekomendasi DPP Partai. Sebulan menjelang pendaftaran ke KPU, belum ada balon yang memproklamirkan kelengkapan dukungan.
Bukan saja rekomendasi DPP Partai yang belum didapat, pasangan yang akan mendampingi pun masih simpang siur. Belum ada baliho yang bisa dilihat masyarakat, jika Epyardi Asda berpasangan dengan Yulfadri Nurdin (?), lalu Nofi Candra dengan Irwan (?). Sementara Desra Ediwan Anantanur dan Agus Syahdeman memang sudah mulai terlihat berpasangan, tetapi bagaimanakah dengan rekomendasi DPP?
Perjuangan Hendra-Mahyuzil pun belum finis, KPU akan kembali melakukan Verifikasi faktual hasil perbaikan tersebut pada 8 hingga 16 Agustus 2020.

Seperti dijelaskan Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Kabupaten Solok, Jons Manedi, ada delapan kriteria dalam verifikasi dukungan terhadap calon perseorangan. Hal yang paling dominan dalam hasil verifikasi faktual, yakni saat masyarakat yang namanya masuk dalam berkas dukungan yang diajukan, apakah benar-benar mendukung atau tidak.
Selain faktor tersebut, penyebab dukungan dinyatakan TMS (tak memenuhi syarat) lantaran dokumen kependudukan yang diserahkan oleh paslon tidak sesuai dengan dokumen yang dimiliki oleh pendukung. Tidak sesuai data KK dan KTP yang disampaikan.
KPU Kabupaten Solok menurunkan sebanyak 447 verifikator melakukan verifikasi dengan sistem sensus. Yakni, mencacah dan menemui seluruh pemilik KTP dukungan, tanpa terkecuali.
Perjuangan setiap balon memang berat. Balon yang diusung partai harus berjuang ke atas, menunggu rekomendasi DPP Partai. Sementara balon independen berjuang ke bawah, berharap keseriusan warga pemilik KTP, jangan sampai berubah pikiran.
Warga Kabupaten Solok masih harus bersabar, menunggu sosok pasangan balon Bupati Solok 2021-2026. Setiap balon masih berjuang di jalan masing-masing. Semoga pada Agustus 2020 ini, masyarakat sudah bisa mengetahui sosok yang bakal memimpin daerah ini, sebelum menjatuhkan pilihan pada 9 Desember 2020. Wewe
Baca Juga:



Facebook Comments