Hermiza Akmal, Pengalaman Gurunya Tertuang di Dunia Maya

Hermiza Akmal, Pengalaman Gurunya Tertuang di Dunia Maya

Berprofesi sebagai pendidik di MAN 3 Padang Panjang yang berbaur dengan anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan dan butuh perhatian ekstra, membuat Hermiza Akmal yang akrab disapa Iza mempunyai banyak pengalaman.

Belum lagi pengalaman HErmiza Akmal sebagai istri dan seorang ibu, mewarnai hidup wanita kelahiran Padang Panjang 25 April 1970 ini.

Sebagai guru, Iza dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan dunia sebegai refensi bahan ajarnya menjadi guru. Sebagai orangtua Iza harus mengikuti perkembangan teknologi dalam mendidik anak-anaknya.

Hermiza Akmal,

 

Lebih dari itu, untuk ikut menggiatkan Literasi, Iza mencoba menuangkan pengalamannya dalam tulisan. Dengan harapan kisah-kisah yang ditulisnya di ruang Gurusiana.id menjadi inspirasi bagi orang lain.

Stop itu Membanggakan Batinku tulisan pertamanya di laman gurusiana.id. Tulisan bercerita tentang pengalaman sebagai guru, yang tetap dihormati oleh muridnya. Walau hubungan guru dan murid telah dimakan waktu sekian tahun lamanya.

Cerita pertama itupun berlanjut dengan tulisan kedua berjudul Tekad Itu Berbuah Manis yang mencerita pengalaman mengajar selama 20 tahun, termasuk menjadi Wali Kelas.

Nasehat Imam Syafi’i Ulama besar kelahiran Palestina ikut tertuang dalam tulisan ini, hingga cerita ini ditutup dengan manfaat keikhlasan menjalankan amanah.

Ketukan jari Iza diatas keyboard pun berlanjut dengan menghadirkan Air Mata Taubat. Kali ini tentang seorang siswa yang membutuhkan perhatian khusus dalam keseharian di madrasah. Cerita inipun ditutup dengan tantangan sebagai guru yang berkepala dingin, dan berlapang dada menghadapi ragam sikap siswa.

Masih tentang suasana di madrasah, Iza menuliskan Nekatnya Membuatku Luluh kisah ini menceritakan tentang siswa berprestasi yang menyatakan keinginan memilih jurusan setelah menjadi siswa di madrasah.

“Ummi sering lihat, kalau di mushalla ada acara muhadharah, kultum, dan terakhir tadi ketika ada yang sedang kulim, bahkan ketika Ummi sedang menyampaikan sesuatu kepada kita semua, ananda berdua asyik saja ngomong dan acuh saja dengan kondisi sekitar ananda”. Begitu kutipan dalam cerita Sombong Itu Pakaian-Ku yang menginspirasi.

BACA JUGA  KPPL Bukittinggi Gelar Kelas Menulis

Sang Idolaku bukanlah karya terakhir Iza, ini baru tulisan keenam yang dicuraikannya di laman gurusiana. Ikuti terus karya-karya lain Hermiza Akmal dengan terus mengakses laman gurusiana.id. Moentjak

Baca Juga : 

Facebook Comments

loading...