Huntara Disiapkan, 3000 Pengungsi Malampah Dihimbau Kembali ke Rumah

Huntara Disiapkan, 3000 Pengungsi Malampah Dihimbau Kembali ke Rumah
PAsaman, SuhaNews – Pasca berakhirnya masa tanggap darurat pada 10 Maret 2022 lalu, penangangan korban gempa di nagari Malampah kecamatan Tigo Nagari kabupaten Pasaman memasuki masa transisi menuju pemulihan. Hunian sementara (huntara) disiapkan agar pengungsi yang masih tinggal di posko segera kembali ke rumahnya.

Di fase ini para pengungsi yang mencapai jumlah 3000 jiwa di Kenagarian Malampah, Kecamatan Tigp Nagari dihimbau untuk kembali ke lokasi rumah masing-masing dan mininggalkan tenda-tenda pengungsian.

korban gempa di nagari Malampah kecamatan Tigo Nagari kabupaten Pasaman memasuki masa transisi menuju pemulihan. Hunian sementara (huntara) disiapkan agar pengungsi yang masih tinggal di posko segera kembali ke rumahnya.

“Kita khawatir jika terlalu lama hidup di pengungsian, akan muncul masalah baru berupa penyakit, seperti flu, malaria, ispa serta penyakit kulit dan lainnya,” kata Bupati Pasaman, H. Benny Utama, di Posko Penanggulangan Bencana, Kantor Camat Tigo Nagari, Sabtu (19/3) sore.

Bagi masyarakat korban gempa yang rumahnya hancur, rusak berat dan tidak bisa ditempati lagi, untuk sementara waktu dibangunkan hunian sementara (huntara), yang jumlahnya mencapai 500 unit untuk 500 KK.

Di Pasaman sendiri, sepetti dikatakan bupati, selain dibangun dengan model huntara standar, juga dikembangkan pola swadaya perbantuan, dengan memanfaatkan material bangunan rumah rusak berat, sepetti seng, kayu, jendela, pintu, dan lainnya.

“Kita tinggal membantu pembelian semen dan pasir untuk lantai, serta triplek/gypsum untuk dinding, juga upah. Dan diupayakan sumur air atau kamar mandi rumahnya yang rusak, bisa dipakai kembali,” terang Bupati Benny Utama.

Benny mengatakan, saat ini pembangunan huntara di Kampung Aur, Jorong Siparayo, Nagari Malampah sudah mulai dibangun. Sebagian sudah selesai, dan sebagian lainnya tengah dikerjakan.

“Kita targetkan, memasuki bulan suci Ramadhan, tidak ada lagi masyarakat korban gempa yang tinggal di pengungsian,” ulasnya.

Huntara Disiapkan, 3000 Pengungsi Malampah Dihimbau Kembali ke Rumah 1

Untuk stok pangan bagi pengungsi, saat ini masih tersedia di posko dan gudang penyimpanan logistik.

BACA JUGA  Pada HUT ke-60, Pramuka Sawahlunto Tetap Tangguh di Tengah Pandemi

“Alhamdulillah, bantuan dan sumbangan donatur masih datang hingga sekarang, dan kita juga siapkan dana cadangan, jika nanti stok pangan dan bantuan sudah habis,” ungkap Bupati Pasaman.

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakDinas Perpustakaan dan KPU Kota Solok Lakukan Kerjasama
Artikulli tjetërGubernur Mahyeldi Kukuhkan DPD IKM Merangin, Provinsi Jambi