Incar Uang Rp200 Juta, Residivis Malah Dapatkan Tas Baju Kotor

juta
SuhaNews – Residivis kembali beraksi. Incar korbannya yang baru mengambil uang dari bank sebesar Rp200 juta. Uang diletakkan di jok depan mobilnya, berdekatan dengan tas pakaian kotor miliknya.  

“Pelaku berinisial RD (43) tersebut sebetulnya mengincar tas berisi uang Rp200 juta milik korbannya yang baru pulang dari bank,” ujar Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto, Sabtu (16/5/2020) sebagaimana dilansir dari detikcom,

Pelaku lagi apes. Yang didapat adalah tas berisi pakaian kotor. Sialnya lagi, pelaku usai beraksi langsung diamankan oleh polisi.

“Kejadian dan penangkapan 30 April 2020 di Kudus, Jawa Tengah. Yang diambil pelaku ini uang Rp 3,5 juta sama pakaian kotor, yang uang Rp 200 juta masih tersimpan di kendaraan,” kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto.

“Jadi si korban berinisial K pulang dari bank ambil uang Rp 200 juta dari bank di Kudus. Kemudian pada saat perjalanan pulang ke rumah dia sempat berhenti ke toko pertanian untuk belanja,” terang Rismanto.

Saat korban turun dari kendaraan, papar Rismanto, salah satu karyawan toko pertanian melihat ada orang yang mengambil barang dari dalam mobil korban. Kemudian pelaku dikejar dan langsung berhasil tangkap.

“Ternyata, pelaku salah mengambil tas,” jelas Rismanto.

Saat itu ada dua tas di jok depan kendaraan korban. Pelaku mengambil tas kresek berisi pakaian kotor. Persis di sebelahnya ada tas kulit berisi uang Rp 200 juta yang baru diambil korban dari bank.

“Tas kresek berisi pakaian kotor itu diletakkan di jok depan berdampingan dengan tas kulit yang berada di jok depan itu,” ungkap Rismanto.

“Pelaku ini ambil tas yang berisi pakaian kotor dan uang RP 3,5 juta, tas yang berisi uang Rp 200 juta tidak diambil,” sambungnya.

Setelah ditangkap, pelaku kemudian diamankan ke Mapolres Kudus. Hasil pemeriksaan, pelaku merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan di wilayah Klaten. Pada saat itu korban dihukum selama tujuh bulan penjara.

“Saat beraksi (di Kudus) mengaku sendiri. Ini merupakan kelompok asal Palembang, tapi masih dalam penyelidikan,” ujar Rismanto.

“Pelaku diancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian, karena kan dia mobilnya (korban) tidak kunci,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Ketika mengambil uang atau membawa barang berharga lainnya jangan berhenti di tempat rawan dan selalu pastikan pintu kendaraan terkunci.

“Masyarakat nasabah bisa meminta bantuan satpam atau kepolisian. Jangan berhenti di tempat yang rawan kejahatan,” imbau Rismanto.

Di samping itu, jelas Kasat Rismanto, jangan membawa perhiasan terlalu mencolok. Kalung yang kelihatan bisa mengundang melakukan kejahatan.

Sumber: detik.com     Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...