Kajati Sumbar Resmikan Balai Restorative Justice Sawahlunto

balai
Sawahlunto, SuhaNews – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat, Yusron meresmikan Balai Restorative Justice Kota Sawahlunto yang terletak di Kantor atau Balai Kerapatan Adat Nagari (KAN) Talawi diresmikan Selasa 07 Juni 2022.

“Balai Restorative Justice ini berfungsi untuk menyelesaikan sengketa hukum melalui mufakat/musyawarah,” ujar Yusron.

Baca juga: Jelang peresmian oleh Men PAN RB, Genius Umar cek Kesiapan MPP

Dalam restorative justice ini, jelas Yusron, kita menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, kemudian keseimbangan perlindungan kepentingan korban dan pelaku tindak pidana yang tidak berorientasi pada pembalasan.

“Ini menjadi kebutuhan hukum masyarakat dan sebuah mekanisme yang harus dibangun dalam pelaksanaan kewenangan penuntutan dan pembaruan sistem peradilan pidana yang mempertimbangkan azas peradilan cepat dan berbiaya ringan,” ujar Yusron.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sawahlunto Abdul Mubin menyebut Balai Restorative Justice ini untuk menindaklanjuti Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan untuk memenuhi keadilan masyarakat dengan mempertimbangkan kepastian hukum dan kemanfaatan hukum.

“Program restorative justice ini bukan untuk menghapus eksistensi sistem hukum peradilan pidana terpadu yang berlaku dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” jelas Abdul Mubin.

Untuk masuk dalam restorative justice, jelas Abdul Mubin, hanya bagi yang memenuhi persyaratan, antara lain: apabila kerugian yang ditanggung korban akibat perilaku tersangka maksimal Rp2,5 juta, ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara, tersangka atau pelaku baru pertama kali melakukan tindakan tersebut serta adanya perdamaian dari kedua belah pihak.

Abdul Mubin memuji respon cepat Wali Kota Sawahlunto Deri Asta dan Pemerintah Kota dalam mendukung berdirinya balai restorative justice di Kota Sawahlunto.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menyambut positif Balai Restorative Justice. Pemkot Sawahlunto bersama jajaran tokoh adat dan agama siap mendukung dan membantu pelaksanaan program penyelesaian sengketa hukum secara mufakat itu.

BACA JUGA  Diretas, Shaun the Sheep Muncul Di Web PPDB Sumbar

“Kita melihat ini sangat sesuai dengan kearifan lokal Minangkabau, termasuk di Sawahlunto ini, yaitu menggunakan metode musyawarah dalam penyelesaian masalah yang timbul di tengah-tengah masyarakat,” kata Wali Kota Deri Asta. (Rel/Wewe)

Baca juga: Peresmian Pasar Pariaman oleh Presiden, diundur Menjadi 6 April 2021

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakSerapan Anggaran Rendah, Bupati Pasaman Meradang
Artikulli tjetërWalikota Pariaman, Genius Umar Serahkan Bantuan Kepada Kelompok Tani